Friday, 8 March 2019

Catatan Liqo 1 Maret 2019 oleh Mbak Elsye


PENTINGNYA NIAT
Manusia menjadi mulia karena diajarkan Al-Qur'an. Salah satu anjuran kita menghafal Al-Quran adalah supaya kita terus ada interaksi dengan Al-Quran. Untuk menghafal Al-Quran maka harus terus menjaga hafalannya dengan muroja’ah. Kita dianjurkan untuk mempunyai niat menghafalkan Al-Quran 30 juz. Mudah-mudahan Allah SWT mencatat niat kita itu.
Kisah Zulzuzain, orang yang hanya mempunyai 2 helai pakaian yaitu pakaian perang dan pakaian sehari2. Namun sahabat Rasulullah SAW itu menjaga kehormatannya dengan tidak meminta-minta.
Perang Tabuk (melawan Romawi) merupakan perang yang sulit karena terjadi pada saat musim panas dan menjelang panen (godaan/ujian keimanan). Perang Tabuk juga dikenal sebagai perang terakhir Nabi Muhammad SAW sebelum meninggal. Perang ini terjadi sekitar bulan Rajab tahun 9 H. Rasul baru kembali dari perang pada 26 Ramadhan. Perang berlokasi di sebuah kota yang terletak di antara lembah al-Qura dan Syam, jarak antara Tabuk dan Madinah mencapai 778 kilo meter. Zulzulzain minta kepada Rasulullah SAW untuk didoakan sebagai syuhada (mati syahid) yang bukan karena tebasan pedang.
Dalam beberapa saat terkumpul 30.000 pasukan kaum muslimin. Mereka adalah para pejuang-pejuang Islam yang ingin menunjukkan kejujuran iman mereka. Bilangan tersebut adalah jumlah pasukan terbesar yang pernah ada dalam sejarah perjuangan Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam-. Mendengar persiapan dan kekuatan pasukan kaum muslimin yang langsung di pimpin oleh Rasulullah Muhammad -shollallohu ‘alaihi wa sallam-, pasukan kafir Romawi akhirnya urung untuk menyerang Madinah dan mereka berbalik mundur. Perang Tabuk tidak jadi. 
Zulzuzain sakit dalam perjalanan dan wafat setibanya di Tabuk. Rasulullah yang mengurus jenazahnya dan mendoakan. Pesan dari kisah ini adalah ketika niat kita sudah Lillahi ta'ala...Allah SWT sudah mencatatnya.  Yang di maksud niat di sini adalah sudah ada persiapan dan sudah ada tindakan. Misalnya niat dalam sholat, dilakukan pada awal mendirikan sholat, sudah ada tindakan seperti wudhu, menutup aurat, dll. Jadi niat bukan angan2 saja.
Read more:

KISAH NABI IBRAHIM A.S
Nabi Ibrahim A.S adalah nabi ke-enam. Ia diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah di negeri Babylonia. Pada masa itu, Babylonia dipertintah oleh raja Namrud. Namrud adalah seorang raja yang kejam. Selama hidupnya, Nabi Ibrahim berpindah-pindah dalam berdakwah. Mulai dari Babylonia, Palestina, Mesir, dan kembali lagi ke Palestina. Nabi Ibrahim wafat di Hebron, Palestina.     
Selama masa dakwahnya yang beriman cuma 2 orang yaitu Sarah (yang kemudian menjadi istrinya) dan Luth (kemenakan Nabi Ibrahim, yang kemudian juga menjadi Nabi).
Di Mesir, Nabi Ibrahim menikah dengan Hajar dan mempunyai anak - Ismail. Allah menaikkan derajat Nabi Ibrahim dengan memilihnya sebagai kesayanganNya (QS. An-Nisa 4: 125) dan Nabi Ibrahim menjadi kakek para Nabi (QS. Al-Hajj 22:78).

An Nisa : 125

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

https://islamedia.web.id/quran/an-nisa-ayat-125/

Al Hajj : 78

وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Read more:
·             https://id.wikipedia.org/wiki/Ibrahim
·             https://www.kuwaluhan.com/2018/02/kumpulan-mukjizat-nabi-ibrahim-as-dalam.html


KISAH NABI MUSA A.S
Musa ‘alaihis salam adalah nabi paling mulia di kalangan Bani Israil. Beliau bergelar kalimullah – orang yang diajak bicara langsung oleh Allah di dunia. Dan beliau termasuk salah satu nabi ulul azmi. Dalam Al-Quran, perjalanan beliau paling banyak disebutkan  oleh Allah, setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian yang menghitung, nama beliau disebutkan sebanyak 136 kali dalam Al-Quran.
Ketika kisah Musa banyak disebutkan dalam Al-Quran, menunjukkan bahwa Allah menghendaki agar kita banyak merenungkan perjalanan hidupnya. Mengambil pelajaran tentang bagaimana ujian berat yang dialami Musa. Dari mulai menghadapi Firaun, hingga menghadapi Bani Israil yang keras kepala. Firman Allah SWT di QS Al-Ahzab (33:69)“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah”.
Ujian yang dialami Musa adalah ujian menjalani hidup di tengah masyarakat. Bukan ujian kemiskinan, ujian sakit, atau musibah bencana alam. Yang ujian ini, sangat mirip dengan apa yang akan dialami Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin yang menjadi umatnya.
Laut merah terbelah menjadi 12 bagian (sama dengan 12 suku bani israil). Kaumnya melihat mukjizat Nabi Musa dengan tongkatnya yang berubah menjadi ular besar dan membelah laut merah tapi kaumnya tetap tidak mau beriman dan minta diperlihatkan Allah SWT. Allah SWT murka dan menurunkan petir, mereka mati dan dihidupkan kembali. Kaumnya juga tetap tidak puas dengan makanan yang diberikan Allah SWT. QS Al Baqarah (2:61).
Perbandingan kaum Musa AS dan kaum Muhammad SAW ada di QS. 5:20-26 dan QS. 33:22-23

Nabi Musa pernah diperintahkan untuk bermunajat selama 40 malam. Ada yang bernama Samiri mengumpulkan seluruh perhiasan emas yang kemudian dilebur dan dijadikan patung anak sapi. (QS. Al-Ahzab 33: 22-23)
Musa di gambarkan dalam Al-Qur'an sebagai seorang yang kelu lidahnya (cedal), karena pernah memakan bara api kedalam mulutnya. Sehingga intonasi atau ucapannya tidak jelas. Maka Nabi Musa memohon kepada Allah untuk didampingi oleh Harun – adik kandungnya yang juga diangkat menjadi nabi.

Al Baqarah : 61

وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ ٱلَّذِى هُوَ أَدْنَىٰ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌ ٱهْبِطُوا۟ مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلْمَسْكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّهِ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلنَّبِيِّۦنَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. Musa berkata: Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.






Read more:
·             https://id.wikipedia.org/wiki/Mukjizat_Musa
·             https://www.youtube.com/watch?v=-NzSegSkj10


NABI ISA A.S
Nabi Isa di utus pada kaum bani israil yang seharusnya memegang kitab Taurat - sudah ada Baitul Maqdis. Pada saat itu lebih banyak pendeta daripada jemaah. Pendeta-pendeta mengumpulkan harta dari jemaah karena jemaah banyak melakukan pelanggaran yang disetujui pendeta.
Ajaran Taurat : kalau di pukul pipi kanan pukul juga pipi kanannya. Tapi kalau yang di pukul orang yang berkuasa maka boleh menghancurkan rumahnya. Kalau orang berkuasa memukul pipi kanan orang miskin maka balasannya memukul pipi kanan juga dengan rasa dendam. Jadi hukum qisash masih dijalankan tapi sudah diselewengkan.
Nabi Isa akan diturunkan kembali di menara putih – Damaskus, Siria.
Mukjizat Nabi Isa AS: 
·            Al-Maidah (5): 110-111
·            Ali Imran (3):49

Read more:
·             https://id.wikipedia.org/wiki/Isa

Sunday, 3 March 2019

Tafsir Surat Al Buruj Ayat 14

Catatanku saat kajian tafsir di masjid Darussalam GTA, tgl 20 Februari 2019



  1. وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ wa huwal-gafụrul-wadụdDan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih,
Perbedaan ghofir, ghofur, dan ghofar.

Ghofir : Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Pengampun
Ghofur : Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sering memberikan ampunan
Ghofar : Allah Subhanahu wa Ta'ala yang ampunannya besar sekali.

Mengapa sampai ada 3 nama Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk kata Maha Pengampun ?

Karena orang yang bernaksiat ada 3 golongan.

1. Orang yang bermaksiat sekali kemudian bertobat ----> diampuni dengan sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang ghofir.

2. Orang yang sering bermaksiat kemudian taubat, maksiat lagi, taubat lagi ----> diampuni Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sifat Allah yang ghofur.

3. Orang yang maksiatnya besar sekali, kemudian dia bertobat membawa dosa maksiat yang besar, maka Allah memberi ampunan yang sangat besar ----> diampuni dengan sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang ghofar.


عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : (( قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً )).
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

Read more https://almanhaj.or.id/3611-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas.html




Tafsir Al Buruj ayat 11

*catatanku kajian tafsir di masjid Darussalam GTA, ustadz Herfi. Rabu 20 Februari 2019. Semoga bermanfaat.



  1. اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗinnallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hār, żālikal-fauzul-kabīrSungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung.
diambil dari : https://litequran.net/al-buruj


Kata اِنَّ *bermakna Allah SWT ingin menegaskan kabar berita ini.

Al Qur'an ini idbaca BUKAN hanya untuk orang beriman tetapi untuk SEMUA MANUSIA.  Untuk orang beriman akan menambah keyakinan dan untuk orang yg ragu-ragu bisa yakin setelah membacanya.

Salah satu contohnya bisa di lihat di sini

Kata "beriman dan beramal soleh" sering disandingkan dalam Al Quran.

Beberapa contohnya :



Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
(QS: Ar-Ra'd Ayat: 29)

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam".
(QS: Ibrahim Ayat: 23)

Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
(QS: Al-Kahfi Ayat: 30)

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami".
(QS: Al-Kahfi Ayat: 88)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
(QS: Al-Kahfi Ayat: 107)

kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,
(QS: Maryam Ayat: 60)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
(QS: Maryam Ayat: 96)

Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.
(QS: Al-Hajj Ayat: 50)

Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.
(QS: Al-Hajj Ayat: 56)

kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
(QS: Asy-Syu'araa Ayat: 227)

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar".
(QS: Al-Qashash Ayat: 80)

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
(QS: Al-'Ankabuut Ayat: 7)

agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
(QS: Ar-Ruum Ayat: 45)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya".
(QS: Fushshilat Ayat: 8)

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.
(QS: Ath-Thalaaq Ayat: 11)

tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.
(QS: Al-Insyiqaaq Ayat: 25)
Diambil dari sini



Iman adalah "akar" sedangkan amal soleh adalah "cabang".
Ketika "cabang" disatukan dengan "akar", maka kita mendapatkan satu kesatuan yang utuh, yang tahan lama.

Orang tidak cukup melakukan kebaikan dan menafikan Allah SWT.

Contoh : motivator seperti bunga/cabang tanpa akar. Memang bagus, tetapi cepat layu.

Kalau kebaikan dilakukan oleh orang yang tidak beriman, hanya bagus di dunia saja, karena tidak mendapat balasan kelak di akhirat.

Oleh karena itu, lakukanlah kebaikan karena/berdasarkan keimanan.

Kata orang beriman dan beramal soleh disebutkan beriringan supaya kita faham bahwa kuat dan lemahnya amal soleh bisa dilihat dari kuat dan lemahnya keimanan kita. Karena iman mempengaruhi amal soleh.

Apabila iman dalam keadaan turun, menyikapinya adalah, menikmati yang wajib, supaya hati tidak jenuh. Dan apabila saat itu iman kita sedang tinggi, lakukan semua ibadah yang wajib dan sunah. Apabila orientasi kita adalah kenikmatan beribadah.

catatan : aku pernah diberi tahu kalau kita bisa saja "memaksakan diri" saat iman lemah, supaya turunnya iman tidak makin jauh, supaya kita tidak keterusan "menikmati" turunnya keimanan kita.

Dalam surga ada 4 sungai (surat Muhammad ayat 15)

  1. مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ ۗفِيْهَآ اَنْهٰرٌ مِّنْ مَّاۤءٍ غَيْرِ اٰسِنٍۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهٗ ۚوَاَنْهٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَ ەۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۗوَلَهُمْ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ ۗ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِى النَّارِ وَسُقُوْا مَاۤءً حَمِيْمًا فَقَطَّعَ اَمْعَاۤءَهُمْmaṡalul-jannatillatī wu'idal-muttaqụn, fīhā an-hārum mim mā`in gairi āsin, wa an-hārum mil labanil lam yatagayyar ṭa'muh, wa an-hārum min khamril lażżatil lisy-syāribīn, wa an-hārum min 'asalim muṣaffā, wa lahum fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa magfiratum mir rabbihim, kaman huwa khālidun fin-nāri wa suqụ mā`an ḥamīman fa qaṭṭa'a am'ā`ahumPerumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?https://litequran.net/muhammad






Saturday, 2 March 2019

Orang yang Paling Dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala


Diingatkan oleh facebook, tulisanku 3 Maret 2014.


Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahualaihiwassalam dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” 
Rasulullah Shallallahualaihiwassalam menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” 
(HR. Thabrani)
Hadits ini dihasankan oleh Syeikh al Albani didalam kitab “at Targhib wa at Tarhib” (2623)
Kemarin ndengerin hadits ini di radio (eantah rasil atau rodja, lupa krn gak merhatiin krn ndengerin sembari nyetir). Semoga bermanfaat.

Friday, 22 February 2019

BERTEMANLAH SAMPAI KE SYURGA

BERTEMANLAH SAMPAI KE SYURGA


👤 DR. Musyaffa Ad-Dariny, Lc, MA


Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Maka Islam sebagai agama yang sempurna memberikan arahan,  bagaimana hubungan sosial itu diaturnya. Sehingga bisa bermanfaat sampai di akhirat.

Pengaruh dari seorang teman sangat besar dalam kehidupannya. Jangan sampai salah memilih teman akrab di dunia karena teman akrab yang buruk di akhirat akan menjadi musuh bagi yang lain kecuali pertemanan yang didasari dengan ketaqwaan kepada Allah, saling kasih mengasihi karena ketaatan kepada Allah.
Mereka akan bersama-sama masuk ke dalam surga-Nya Allah

Lihat QS : Az-Zukhruf 67-73

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pertemanan


1. Carilah teman akrab yang baik agamanya.

Karena seorang teman akrab akan sangat berpengaruh dalam hidup seseorang.
Maka untuk menilai seseorang itu baik atau tidak maka lihatlah siapa teman dekatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Teman baik akan dapat memberikan syafaat bagi temannya nanti di akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,

" Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat.

Mereka memohon: "Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji."

Dijawab: "Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka."

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman,  ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan"
 (HR. Muslim no. 183).


2. Berusahalah untuk saling meminta nasihat dan memberikan nasihat jika diminta.

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
(QS :Surat al-Asr:3)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya;

(2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya;

(3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya;

(4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’);

(5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan

(6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162]


3. Cintailah teman karena Allah

Ada tujuh golongan yg akan mendapat naungan di padang mahsyar, salah satunya adalah : dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya.

(HR. Bukhari, no. 1423 dan Muslim, no. 1031)

"Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman, mana mereka yang saling mencintai karena-Ku? Pada hari yang Aku berikan naungan pada mereka di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku (HR. Muslim)

Mencintai karena Allah, pada hakekatnya adalah mencintai seseorang karena adanya amal-amal kebaikan pada orang tersebut.

"Tidaklah seorang hamba mencintai hamba yang lain karena Allah kecuali ia akan dimuliakan oleh Allah ta’ala" (HR.Ahmad)

Para ulama menjelaskan bahwa seorang yang sudah dimuliakan oleh Allah ta’ala, maka dimudahkan baginya pintu untuk mencapai kesempurnaan iman, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, istiqomah di atas amal sholeh dan berbagai kebaikan lainnya.

Kesempurnaan Iman, adalah orang yang dapat menikmati manisnya Iman

📌Apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari apapun

📌Apabila seseorang mencintai orang lain karena didasarkan pada kecintaannya pada Allah

📌Apabila seseorang membenci kekukufuran sama dengan bencinya untuk dimasukan kembali dalam neraka


4. Jangan sampai kita mencintai teman kita secara berlebihan dan janganlah membencinya kecuali sewajarnya.

Karena mencintai secara berlebihan akan dapat terjerumus pada cinta yang buta sehingga akan menumpulkan hakekat yang baik dan buruknya (pen)
Dan jangan membenci seseorang secara berlebihan, karena walaupun sekecil apapun tentunya masih ada sisi baiknya. Juga seseorang tersebut masih dapat berubah dengan hidayah Allah.


5. Biasakan mengucapkan salam pada teman

Dengan banyak mengucapkan salam maka akan timbul saling mencintai.

Rasulullah bersabda :

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Al-Imam An-Nawawi menjelaskan, dalam hadits ini terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin, baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (Syarh Shahih Muslim, 2/35)

Beliau juga menjelaskan bahwa ucapan salam merupakan pintu pertama kerukunan dan kunci pembuka yang membawa rasa cinta.

Dengan menyebarkan salam, semakin kokoh kedekatan antara kaum muslimin, serta menampakkan syi’ar mereka yang berbeda dengan para pemeluk agama lain.

Di samping itu, di dalamnya juga terdapat latihan bagi jiwa seseorang untuk senantiasa berendah diri dan mengagungkan kehormatan kaum muslimin yang lainnya.
(Syarh Shahih Muslim, 2/35)


6. Berusaha untuk saling memberikan hadiah pada teman.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani)

Hadits yang mulia di atas menunjukkan bahwa pemberian hadiah akan menarik rasa cinta di antara sesama manusia, karena tabiat jiwa memang senang terhadap orang yang berbuat baik kepadanya.


7. Jangan sampai kita berdusta pada teman.

Karena orang yang berdusta terus menerus maka akan dicatat sebagai pendusta dan akan menghantarkan seseorang buruk dan yang buruk akan menghantarkan pada neraka. Dan kejujuran akan menghantarkan pada syurga Allah.

Rasulullah bersabda :
"Jauhilah oleh kalian perbuatan dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu menggiring ke Neraka. Dan seseorang itu masih akan terus berdusta dan terus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." [Shahiih al-Bukhari (VIII/30) dan Shahiih Muslim (VIII/29)]


8. Jangan terlalu pelit pada temanmu

Jadilah seorang yang dermawan semampunya.
Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}

“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS. Al-Furqaan: 67)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

“Tidak ada pagi yang dilewati oleh hamba, melainkan ada dua Malaikat turun dari langit. Yang satu berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti untuk orang yang membelanjakan hartanya (di jalan Allah).’ Sedangkan yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan (kerugian) kepada orang yang tidak membelanjakan hartanya (di jalan Allah)..”

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu’:

“Harta tidak akan berkurang dikarenakan shadaqah. Tidaklah Allah menambahkan (sesuatu kepada) seorang hamba yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan barangsiapa yang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, maka Allah pasti akan meninggikan (derajat)nya.”

Firman Allah dalam surat Ali-Imran 133-134

133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

134. (yaitu) orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.


9. Janganlah sombong 

Karena kesombongan akan dijauhi teman-temannya maka bersifat tawadhu' kepada teman maka akan dicintainya.

Hadist dari Rasulullah yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”

Termasuk sifat sombong yaitu memanggil dengan panggilan-panggilan yang buruk.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.

Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Dalam Al-Qur'an dilarang maka hukumnya haram dengan memanggil dengan panggilan yang buruk.


10. Jadilah orang yg pema'af

Harus disadari dalam pergaulan selalu terjadi pergesekan

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35)

Sifat pema'af ini sangat mulia, karena pahalanya menjadi tanggungan Allah, tentunya semau-Nya Allah dalam memberikan pahalanya. Seperti pahala puasa juga tergantung pada Allah.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura: 40)

Padahal Allah adalah pemilik karunia yang sangat besar, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist Qudsi

Allah berfirman

"Wahai hamba-Ku, sekiranya orang-orang terdahulu dan terkini dari kalian dan sekiranya umat manusia maupun jin itu seluruhnya berdiri di satu bukit lalu mereka meminta kepada-Ku dan masing-masing Aku kabulkan permintaannya maka hal itu sama sekali tidak akan mengurangi milik-Ku sedikit pun".

Kecuali hanya seperti sebatang jarum yang dicelupkan ke dalam lautan itu dikarenakan oleh kedermawanan Allah dan kemurahan-Nya serta keluasan karunia yg dimiliki-Nya.

Jika Allah memberikan segala hal yg diminta oleh manusia maka permintaan itu sama sekali tidak akan mengurangi apa yang ada di sisi Allah sedikit pun."


11. Kalau terjadi perselisihan, jangan sampai memutuskan pertemanannya.

Harus disadari dengan teman tidak mungkin akan selalu mempunyai pendapat yang sama. Maka tidak menutup kemungkinan adanya perselisihan karena perbedaan pendapat.

“Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.”
(Al-Ma’idah: 48)


12. Saling mendoakan

Seorang muslim mendoakan seorang muslim yang lain tanpa diketahui, maka merupakan doa yang mustajab karena ada malaikat yang ada di dekat kepalanya mengamini dan orang yg mendoakan akan mendapatkan doa yg sama.

Diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’”


13. Saling menziarahi (mengunjungi)

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain.
Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”.

Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”.

Maka malaikat mengatakan:

“sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR Muslim no.2567).


14. Saling peduli sesama teman

Dengan saling peduli akan kebutuhan sesama teman, maka akan saling meringankan beban

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.

Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.

Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya.

Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.”

(HR. Muslim 2699)
______________

Note :
Tatkala kau mendapati dirimu merasa jauh dari teman-teman seimanmu, bahkan kau pun merasa tak ada teman yang menasehatimu, yakinlah itu karna kemaksiatan yang mungkin tanpa sengaja kau lakukan, dan perlu kau ketahui teman-teman shalih itu merupakan bonus saat hijrahmu benar-benar jujur kepada Allah ta'ala, dan pun juga ketika semangatmu berkurang dalam menuntut ilmu serta merasa malas menghadiri kajian, ingat lagi niat hijrahmu untuk apa? Apakah mengharap ridho Allah beserta Jannah-Nya atau hanya sekedar mengharap ridho manusia bahkan mengharapkan dunia? Perbaiki lagi niat hijrahmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍْﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺎﺕِ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ . ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ، ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﻟِﺪُﻧْﻴَﺎ ﻳُﺼِﻴْﺒُﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻳَﻨْﻜِﺤُﻬَﺎ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺎﺟَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika memang mengharap ridho Allah beserta surga-Nya maka luruskan lagi niat hijrahmu, dan hadirilah majelis-majelis ilmu, karena menghadiri majelis ilmu akan memudahkan jalanmu menuju surga Allah jalla wa 'ala, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam :

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Tentunya engkau ingin masuk surganya Allah ta'ala, maka futurmu bisa kau atasi dengan segera, dekati kembali teman-teman shalihmu, mintalah nasihat kepadanya dan bersegeralah menuju majelis-majelis ilmu serta menambah keta'atan kepada Allah ta'ala agar imanmu semakin bertambah pula dan ditambahkan teman-teman yang juga ta'at kepadaNya, yang terpenting jauhilah segala bentuk kemaksiatan.

♻ Group WA Ittiba'us Sunnah
🔰 Edited By Abu 'Abdul Malik Ubaidillah
📲 Free Share, agar mendapatkan faidah

Thursday, 7 February 2019

10 Amalan Pelebur Dosa

Pas lagi bongkar-bongkar catatan, aku menemukan tulisanku ini. Mungkin aku dapat dari liqo, atau pasa dengar ceramah di youtube, atau pas ke masjid, gak jelas. Karena ga ada keterangan aku menulis itu di saat apa dan kapan. Sebaiknya aku salin ke blog ini supaya nanti aku gampang lagi baca-bacanya dan semoga diberi kemudahan Allah SWT untuk mengerjakannya. Amiiinn

10 Pelebur Dosa.

1. Taubat.

2. Istighfar.

3. Melakukan amal kebaikan sebagai pelebur dosa.

4. Saling mendoakan kepada sesama orang beriman, seperti doa ketika melakukan sholat jenazah.

5. Amalan kebaikan yang ditujukan untuk mayit, contohnya sedekah.

6. Syafaat Rasulullah SAW dan lainnya pada pelaku (dosa besar) di hari kiamat kelak.

7. Musibah di dunia yang menjadi sebab terhapusnya dosa.

8. Ujian di alam kubur yang menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa seorang hamba.

9. Kengerian dan kesulitan di hari kiamat.

10. Rahmat dan ampunan Allah SWT.

Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada

Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...