Monday, 6 May 2019

Ramadhan day 1. Nabi Adam. Ustad Budi Ashari.

Pengantar.
Di bulan Ramadhan 1440 H ini, alhamdulillah masjid darussalam di komplek rumah mangadakan kajian pagi jam 08.00 - 10.00 selasa hari Senin-Kamis selama 2 pekan.

Ramadhan hari pertama di isi oleh ustad Budi Ashari yang bercerita tentang Nabi Adam. Alhamdulillah aku bisa datang meski terlambat.
Dan di bawah ini ada sedikit catatan.
Mohon koreksi apabila ada kesalahan. Semoga catatan ini bermanfaat.

rina rinso

--------------------------------------------------------------------------------------------------------


Apa yang kita alami hari ini sebetulnya tidak jauh dari pelajaran bapak ibu kita, nabi Adam alaihisalam dan Hawa.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Dan An Nisa ayat 1 tersebut menunjukkan bahwa fitrah makhluk hidup adalah berpasangan, bukan hanya manusia, tetapi hewan dan tumbuhan juga fitrahnya berapsangan.

Dalam Al Quran banyak sekali ayat tentang pasangan-pasangan.
Misalnya dalam surat Al Fajr

  • وَّالشَّفۡعِ وَالۡوَتۡرِۙ‏
  • 3. demi yang genap dan yang ganjil,



Ada ahli tafsir yang menyatakan bahwa : yang genap itu adalah makhluk dan yg ganjil adalah Allah Subhanahu wata'ala. Allah itu ganjil dan suka dengan yang ganjil.
Genap adalak karakter makhluk.

Ibu kita Hawa sangat cantik. Bahkan Nabi Yusuf yang gantengnya itu 1/2 dari kegantengan manusia seluruhnya, hanya mendapat 1/6 dari kecantikan Hawa.

Manusia berketurunan untuk melanjutkan hidup di Bumi.

Jumlah anak Adam - Hawa adalah 40 (dari keterangan kalau hawwa melahirkan 20 kali, dan setiap kali melahirkan selalu kembar).

Pasangan itu contohnya kiri-kanan, siang-malam, laki-laki - perempuan.
Sifatnya berbeda dan seling melengkapi.
Coba saja pakai sandal keduanya untuk kaki kanan, pasti tidak enak. Begitu juga fitrahnya makhluk hidup, berpasangan disini dengan yang berbeda jenisnya.

Seperti di tulis di atas, apa yang terjadi saat ini tidak jauh dengan pelajaran dari Adam-Hawwa.

Hawa / perempuan dari akar katanya artinya ibunya semua makhluk hidup.
Hawa dihidupkan dari makhluk hidup (dari Adam), sedangkan Adam diciptakan dari tanah (benda mati). Hal itu bisa jadi petunjuk tugas dan fungsi laki-laki dan perempuan.

Adam sebagai laki-laki tugas dan fungsinya berhubungan dengan tanah, mencari nafkah.
Hawa sebagai perempuan tugas dan fungsinya berhubungan dengan yang hidup, mengurus suami, anak-anak.

Adam, laki-laki, diciptakan dari berbagai jenis tanah. Sehingga karakternya cenderung bisa menerima perbedaan, karena sejak awal diciptakan dari berbagai macam tanah yang berbeda-beda. Sehingga laki-laki bisa melihat sesuatu secara komprehensif.

Hawa, perempuan, diciptkan dari Adam, sehingga perempuan fokusnya pada laki-laki, karena terbiasa melihat yg 1. Sehingga perempuan tidak bisa melihat sesuatu secara komprehensif seperti laki-laki.

Kita diminta unutk manjaga rahim, nanti kita akan ditanya tentang rahim.

Silaturahim terdahsyat adalah silaturahim rasulullah.

Amr bin Ash saat memimpin pasukan muslim ke Mesir, menuturkan pada uskup Mesir bahwa Rasulullah berpesan supaya kaum muslim harus berbaik-baik dengan masyarakat Mesir, karena masyarakat Mesir memiliki 2 hak terhadap muslimin,
1. Tanggung jawab
2. Rahim.

Ada apa dengan rahim ?
ternyata ibunya orang Arab adalah orang Mesir (Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang darinya lahir Ismail, dari garis Nabi Ismail Rasulullah).

Al A'raf : 27
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ


Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Target besar iblis adalah menelanjangi generasi manusia.
Jahiliyah penampilan di tuangkan di surat Al Ahzab : 33


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا


dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Penampilan fisik adalah target iblis.
makin dekat dengan iblis maka manusia makin telanjang.
Iblis mendekati manusia lewat logika.

Al A'raf 20,21,22 adalah cerita tentang bujuk rayu iblis kepada Adam.
Iblis berusaha menggunakan logika yang masuk akal untuk Adam.
Iblis bahkan bersumpah meski dia salah.

Sumpah iblis kepada Adam ada di surat Al A'raf : 21

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ


Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",
Pada saat ini data-data penelitian juga bisa disamakan dengan sumpah (untuk menjustifikasi kebenaran). Misalnya penelitian ttg yg melegalkan gay, dll. Contoh manusia yang bertindak sama dengan tingkah laku setan. Bersumpah meski dia salah.


Surat Thaha : 120


فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَىٰ


Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
Kesalahan Adam dan Hawa adalah, mereka mendekati pohon itu.
yang memberi nama pohon itu pohon khuldi adalah setan.
Khuldi berasal dari kata khul = abadi, kekal.

Di ayat itu dijelaskan bahwa setan berbisik pada Adam.
Oleh karena itu saat dzikir pagi dan petang kita baca surat An Naas untuk memohon perlindungan Allah dari bisikan setan dan manusia.

Kesulitan kita menghadapi setan adalah, setan dan bisikannya tidak terlihat sedangkan setan bisa melihat kita.
Untuk menyelamatkan diri kita hanya ada 1 cara, yaitu dengarkan Allah, kembali pada Allah.

Masalah memakan buah terlarang, siapakah yang di rayu setan ? siapakah yang memakan buah itu ?

Kisah tentang Hawa yang dibujuk oleh iblis, kemudian Hawa merayu Adam, dan Hawa yang memakan buah terlarang itu terlebih dahulu ternyata ada dalam Taurat. Sedangkan di dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa iblis berbisik kepada Adam. Seperti yang ada dalam Thaha : 120 dan setelah itu keduanya tergelincir. Keduanya memakan buah terlarang itu.



Al Baqarah : 36


فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".



Al A'raf : 22

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ


maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Ada 2 pendapat mengenai hal itu.
Ada ulama yang menyatakan bahwa yang digoda iblis adalah Adam (seperti pada Thaha: 120) akan tetapi para ahli tafsir nerpendapat bahwa yang digoda iblis adalah Hawa, kemudian Hawa merayu Adam (seperti pada pada Al A'raf : 22 yang menyatakan bahwa setan membujuk keduanya).


Ada 2 pelajaran dari hal itu.

1. Apabila suami melakukan, maka istri akan mengikuti, karena suami adalah qawwam/pemimpin.

2. Ketika kesalahan ada pada istri, maka supaya suami mengikuti jejak istri, maka istri harus melakukan jurus mautnya, yaitu merayu suami.

Oleh karena itu tugas suami-istri adalah saling menutupi celah supaya tidak terjadi kesalahan.

Tips : untuk merubah suami jangan berteriak, cukup dibisikin saja. Kalau tidak bisa eskali, bisikin lagi, lagi, dan lagi. Intinya, jangan berteriak, cukup dibisiki saja.

Ada hadist shahih yang redaksinya seperti ini :

Sebagaimana yang diriwayatkan Al-Bukhari rahimahullahu (no. 3330 dan 3399) dan Muslim rahimahullahu (no. 1470) dari hadits Abu Hurairah z. Ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Dan seandainya bukan (karena) Hawa, seorang istri tidak akan mengkhianati suaminya.”

Bagaimana mungkin Hawa berkhianat ?
Dimana khianatnya Hawa ?

Para ulama menjelaskan ada 2 versi, berdasarkan penafsiran, siapa yang digoda oleh setan.

Versi 1, apabila yang digoda setan adalah Hawa.
Berkhianat pada kebaikan.
Pada saat Hawa digoda oleh iblis, yang dilakukan adalah merayu Adam supaya melakukan hal yang sama (kesalahan) padahal seharusnya Hawa tidak melakukan itu, karena yang dilakukannya adalah Hawa berkhianat kepada kebaikan.

Versi 2, apabila yang digoda setan adalah Adam.
Saat Adam mendekati pohon terlarang, Hawa membiarkannya, tidak melarang Adam.
membiarkan suami berbuat salah adalah salah satu bentuk pengkhiatan.


Kesalahan-kesalahan suami pada umumnya dalam rumah tangga, seperti kesalahan Adam yang ada pada Thaha : 115


وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

115. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

1. Lupa.
Lupa akan perintah dan larangan Allah. Dan istri tidak mengingatkan.
Lupa adalah dari setan.
Musuh orang yg berilmu adalah setan, karena setan akan membuatnya lupa.
Dan mendiamkan orang yang berbuat salah adalah salah satu bentuk pengkhiatan.

2. Kurang azzam pada diri Adam.
Azzam bisa diartikan sebagai kuat, teguh.

Selain itu ada 2 sifat lagi pada suami yang bisa menghancurkan rumah tangga, yaitu kurang sabar dan tidak bisa menjaga.

Jadi ada 4 karakter suami yang dituntut, yaitu :
1. Tidak lupa.
2. Azzam yang kuat
3. Sabar.
4. Menjaga.

Pokok kesalah rumah tangga ada 3,

1. Sombong, seperti iblis yang sombong.
Al A'raf : 12


قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ


Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

2. Lupa, kurang azzam, kurang sabar, tidak bisa menjaga, seperti Adam.
3. Hasad, dengki, seperti Qobil anak Adam yang menumpahkan darah pertam kali di muka Bumi.


Perbedaan setan dan manusia dalam menyikapi kesalahan.

Saat berbuat salah, setan akan melemparkan kesalahannya kepada yang lain, contohnya pada Al A'raf : 16

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ


Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,


Sedangkan Adam, begitu tahu dirinya bersalah, dia mengakui keslahannya dan bertaubat. Seperti dalam Al A'raf : 23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ


Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Jadi kalau ada orang yang salah tetapi kemudian dia melemparkan kesalahannya kepada yang lain, artinya dia anak buah setan.
Apabila ada manusia yang berbuat salah kemudian dia mengakui dan bertaubat, dia adalah anak keturunan Adam.


Pada saat Adam ber-talaqi dengan Allah, yang menghadap Allah adalah Adam seorang diri. Seperti pada surat Al baqarah : 37


فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.


Akan tetapi saat mempraktekannya keduanya (Adam dan hawa) melakukannya. Pelajaran yang bisa diambil dari pernyataan itu adalah bahwa suami adalah pemimpin, yang mengajarkan istri.





No comments:

Post a Comment

Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada

Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...