Tuesday, 7 May 2019

Ramadhan day 2. Keluarga Nabi Nuh.

Nabi Nuh

Pemberi materi : Ust Ali Markasan, Lc

INSPIRASI DARI KELUARGA NABI NUH


Mungkin ada beberapa yang berfikir bahwa Nabi Nuh gagal dalam mendidik anak dan keluargany, karena ternyata istri dan anaknya termasuk ke dalam golongan orang kafir yang tidak ikut naik ke perahu Nabi Nuh. Tapi apakah betul demikian ?



إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Quran Ali Imran: 33-34].

Read more https://kisahmuslim.com/6281-siapakah-ali-imran-keluarga-imran.html



Pertanyaannya, mengapa Allah menyebutkan Ibram dan Imran di ikuti dengan keluarga, sedangkan Ada dan Nuh tidak ? Apakah hal itu menunjukkan kalau Nabi Adam dan Nabi Nuh gagal dalam mendidik keluarganya ?

Ingat, Qobil anak Nabi Adam adalah manusia pertama yang menumpahkan darah di Bumi.

Tapi perlu di catat, bahwa Allah SubhanahuWata'ala sangat mengangkat tinggi Nabi Adam, Nabi Nuh, juga diantara Nabi dan rasul yang lain.

Nabi Nuh disebut juga sebagai ayah manusia yang tertua (bapak seluruh manusia, setelah Adam), karena setelah peristiwa banjir dan semua orang kafir ditenggelamkan, maka yang tinggal adalah Nabi Nuh dan kaumnya yang sedikit.

Cerita lengkap bisa di baca di sini.

Istri dan anak nabi Nuh memang bermasalah, tetapi hal tersebut tidak membuat Nabi Nuh gagal dalam mendidik keluarganya. Karena selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa.

Ali Imran : 190-191


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ190
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ191


Jadi pada dasarnya, semua mengandung pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya.

Manfaat/hikmah tidak lepas dari 3 hal :

1. Intifa.
Pengambilan manfaat.
Misalnya Allah Subhanahu Wata'ala menciptakan kambing untuk kita ambil kulitnya, dagingnya, susunya.
Ayam diciptakan Allah Subhanahu wata'ala untuk kita ambil dagingnya, telurnya, bulunya.

2. Iktibar
Allah Subhanahu wata'ala menciptakan makhluk di dasar laut yang dalam dimana kita tidak bisa memanfaatkannya saat ini tetapi dari situ kita bisa mengambil pelajaran.

3 Ikhtiba (kayaknya salah deh aku nulisnya, krn kurang jelas)
Dimana Allah Subhananu wata'ala menciptakan sesuatu yang kita dilarang memanfaatkannya. Hal ini dilakukan sebagai ujian bagi manusia.
Cotohnya Babi. Kita dilarang memanfaatkan babi meski babi dipandang sebagai hewan yg serba guna dan rasa dagingnya enak (ini karena aku sering lihat di eat street, food festival, food paradise hehehe).


Al Baqarah 29
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ29


Yes. Allah Subhanahu wata'ala adalah Maha Pencipta. DIA menciptakan semuanya.
Iblis diciptakan juga oleh Allah, istri dan anak nabi Nuh juga diciptakan oleh Allah. Jaid pasti ada hikmah di balik cerita itu.

Prestasi nabi Nuh.

Kesyirikan mulai muncul menjelang era Nabi Nuh.

QS Nuh : 23


وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا


Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr".

Pada jaman sebelum nabi Nuh, ada orang-orang soleh yang setelah meninggal dibuat patungnya. patung itu dibuat oleh manusia atas bisikan setan, dengan alasan untuk mengenang. Akan tetapi setelah beberapa generasi patung-patung orang soleh itu malah disembah.

Kesimpulannya, setan memiliki rasa sabar yang sangat besar dan rencana jangka panjang dalam rangka usahanya untuk menyesatkan manusia. Perlu waktu sampai beberapa generasi sampai akhirnya manusia tersesat dan setan menunggu hal itu terjadi.

Prestasi Nabi Nuh adalah membuat seluruh penduduk dunia beriman.  Karena yang selamat dari banjir adlah hewan-hewan yang berpasang-pasangan, anak-anak nabi Nuh, dan orang-orang beriman.

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun.

Melihat kerusakan yang dibuat oleh kaumnya, Nabi Nuh berdoa kepada Allah Subhanahu wata'ala


QS Nuh : 26

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا


Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.


Pada saat Rasulullah SAW mendapatkan cobaan yang berat, Allah Subhanahu wata'ala meminta Rasul untuk melihat dan mencontoh kesabaran pada ulul azmi
(Al Ahqof : 35)

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ


Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.


Nabi yang termasuk dalam ulul azmi adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW. Jadi bisa dilihat disitu bahwa Nabi Nuh termasuk dalam ulul azmi (yang teguh dalam pendirian).

Di dalam Islam, para nabi dan rasul itu dakwahnya bertingkat, dimulai dari diri sendiri, kemudian kepada keluarga dan kemudian kepada kaumnya.

QS. Asy Syuara : 214
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ


Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,

Pada saat nabi Nuh di utus oleh Allah untuk mendakwahi kaumnya, artinya Nabi Nuh sudah selesai dengan dirinya sendiri dan keluarganya. Artinya pribadi, ahlak Nabi Nuh sudah baik, dan keluarganya juga sudah didakwahi.

QS Al Hijr " 94

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ


Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
Contohnya Rasulullah.
Setelah mendapat wahyu beliau berdakwah kepada keluarga terdekatnya (istri dan anak-anak beliau) kemudian di lngkungan sekitarnya (anak tiri, paman) dan akhirnya pada kaumnya. Dan yang menerima dakwahnya memang melihat pribadi Rasulullah SAW memang tidak cacat.

Beda dengan  Fir'aun.
Fir'aun mengaku dirinya Tuhan, tetapi istrinya (yang paling tahu kesehariannya) tidak mau menerima hal itu karena pribadi Fir;aun memang cacat.

Sementara itu meski istri nabi Nuh termasuk dalam golongan orang kafir, tetapi tidak ada catatan yang menunjukkan istrinya menjelakkan nabi Nuh, artinya prbadi Nabi Nuh tidak cacat. Sebagian besar kauamnya tidak mau menerima dakwah Nabi Nuh karena mereka menganggap Nabi Nuh sama seperti mereka, jadi tidak perlu patuh kepada Nabi Nuh.


Peran Nabi Nuh sebagai anak.
Sudah terpenuhi, karena kedua orang tua nabi Nuh termasuk orang yg beriman.

Peran Nabi Nuh sbagai suami juga sudah terpenuhi.

QS At Tahrim : 10

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ


Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)".

Artinya Nabi Nuh sudah mendakwahi istrinya, hanya saja istrinya berkhianat.



Tugas Nabi Nuh sebagai ayah.

Nabi Ibrahim tinggal jauh dari istrinya Hajar dan Ismail. Tercatat 4 kali pertemuan Nabi Ibrahim dengan Nabi ismail. Nabi Ibrahim tinggal di Palestina dengan Nabi ishak sedangkan Nabi ismail tinggal di Mekah.

4 pertemuan Nabi Ibrahim dengan Nabi ismail

1. Saat peristiwa penyembelihan.
2. Saat bertemu dengan istri yang tidak baik
3. Saat bertemu dengan sitri yang baik
4. Saat membangun Ka'bah.

dari 4 kali pertemuan itu, hanya 2 kali Nabi Ibrahim bertatap muka langsung dengan Nabi ismail.
Saat bertemu dengan istri yang tidak baik, Nabi Ibrahim langsung pulang kembali. begitu juga saat bertemu dengan istir yang baik Nabi Ibrahim langsung pulang, tidak menunggu untuk bertemu dengan Nabi Ismail.

Dari situ bisa diambil pelajaran bahwa peranan ibu sangat penting. Nabi Ibrahim tidak ridho anaknya memiliki istri yang tidak baik.

Nantinya dari istri Nabi Ismail yang baik itulah lahir Rasulullah Muhammad SAW.

Banyak orang hebat lahir dari keluarga tanpa ayah/yatim. Keberadaan ibu lebih penting daripada ayah dengan syarat, cahaya dari ayah sudah sampai kepada sang ibu.

Kembali kepada keluarga Nabi Nuh.
Apabila peran ibu sangat penting, sedangkan dalam keluarga nabi Nuh ternyata istrinya kafir, maka kesulitan nabi Nuh lebih tinggi dibandingkan dengan ayah-ayah yang lain. Oleh karena 1 pelajaran lagi bisa diambil dari keluarga nabi Nuh yaitu, perjuangan Nabi Nuh sangat berat.

Dari keluarga nabi Nuh, anaknya yg kafir 1 orang, dan istrinya juga kafir, sedangkan anak yang lain masih beriman.

Hal ini bisa dilihat dari ayat Al Quran.

As Saffat : 77

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ Arab-Latin: Wa ja'alnā żurriyyatahụ humul-bāqīn Terjemah Arti: Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

Referensi: https://tafsirweb.com/8199-surat-as-saffat-ayat-77.html

Al Isra : 3

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا


(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
Dari 

Dari ayat itu bisa dibaca bahwa yang melanjutkan keturunan setelah terjadinya banjir adalah keturunan Nabi Nuh.

Penumpang kapal Nabi Nuh adalah :
1. Nabi Nuh
2. Anak Nabi Nuh yang beriman
3. Orang beriman
4. Hewan yang saling berpasangan

Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa orang yang beriman yang ikut di dalam kapal Nabi Nuh tidak dapat meneruskan keturunan, yang bisa hanya dari anak-anak Nabi Nuh. Oleh karena itu Nabi Nuh disebut juga sebagai ayahnya manusia tertua setelah Nabi Adam.


Hud : 42 (11 : 42)
وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ


Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir".
Apabila dilihat dari ayat ini, anak nabi Nuh sebetulnya tidak tergolong dengan orang kafir, karena orang kafir semua ada di bawah dan sudah tenggelam karena banjir, sedangkan anak Nabi Nuh masih di atas mencari tempat perlindungan yang lain.


Hud : 43 (11 : 43)

قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ


Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

Pada saat anaknya ditenggelamkan oleh Allah, Allah menutupinya sehingga Nabi Nuh tidak melihat proses anaknya mati karena tenggelam.

Kisah Nabi Nuh dan kapalnya ada di surat Hud ayat 25-48






Ust Ali Markasan, Lc

No comments:

Post a Comment

Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada

Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...