Friday, 22 February 2019

BERTEMANLAH SAMPAI KE SYURGA

BERTEMANLAH SAMPAI KE SYURGA


👤 DR. Musyaffa Ad-Dariny, Lc, MA


Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Maka Islam sebagai agama yang sempurna memberikan arahan,  bagaimana hubungan sosial itu diaturnya. Sehingga bisa bermanfaat sampai di akhirat.

Pengaruh dari seorang teman sangat besar dalam kehidupannya. Jangan sampai salah memilih teman akrab di dunia karena teman akrab yang buruk di akhirat akan menjadi musuh bagi yang lain kecuali pertemanan yang didasari dengan ketaqwaan kepada Allah, saling kasih mengasihi karena ketaatan kepada Allah.
Mereka akan bersama-sama masuk ke dalam surga-Nya Allah

Lihat QS : Az-Zukhruf 67-73

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pertemanan


1. Carilah teman akrab yang baik agamanya.

Karena seorang teman akrab akan sangat berpengaruh dalam hidup seseorang.
Maka untuk menilai seseorang itu baik atau tidak maka lihatlah siapa teman dekatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Teman baik akan dapat memberikan syafaat bagi temannya nanti di akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,

" Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat.

Mereka memohon: "Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji."

Dijawab: "Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka."

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman,  ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan"
 (HR. Muslim no. 183).


2. Berusahalah untuk saling meminta nasihat dan memberikan nasihat jika diminta.

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
(QS :Surat al-Asr:3)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya;

(2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya;

(3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya;

(4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’);

(5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan

(6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162]


3. Cintailah teman karena Allah

Ada tujuh golongan yg akan mendapat naungan di padang mahsyar, salah satunya adalah : dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya.

(HR. Bukhari, no. 1423 dan Muslim, no. 1031)

"Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman, mana mereka yang saling mencintai karena-Ku? Pada hari yang Aku berikan naungan pada mereka di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku (HR. Muslim)

Mencintai karena Allah, pada hakekatnya adalah mencintai seseorang karena adanya amal-amal kebaikan pada orang tersebut.

"Tidaklah seorang hamba mencintai hamba yang lain karena Allah kecuali ia akan dimuliakan oleh Allah ta’ala" (HR.Ahmad)

Para ulama menjelaskan bahwa seorang yang sudah dimuliakan oleh Allah ta’ala, maka dimudahkan baginya pintu untuk mencapai kesempurnaan iman, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, istiqomah di atas amal sholeh dan berbagai kebaikan lainnya.

Kesempurnaan Iman, adalah orang yang dapat menikmati manisnya Iman

📌Apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari apapun

📌Apabila seseorang mencintai orang lain karena didasarkan pada kecintaannya pada Allah

📌Apabila seseorang membenci kekukufuran sama dengan bencinya untuk dimasukan kembali dalam neraka


4. Jangan sampai kita mencintai teman kita secara berlebihan dan janganlah membencinya kecuali sewajarnya.

Karena mencintai secara berlebihan akan dapat terjerumus pada cinta yang buta sehingga akan menumpulkan hakekat yang baik dan buruknya (pen)
Dan jangan membenci seseorang secara berlebihan, karena walaupun sekecil apapun tentunya masih ada sisi baiknya. Juga seseorang tersebut masih dapat berubah dengan hidayah Allah.


5. Biasakan mengucapkan salam pada teman

Dengan banyak mengucapkan salam maka akan timbul saling mencintai.

Rasulullah bersabda :

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Al-Imam An-Nawawi menjelaskan, dalam hadits ini terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin, baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (Syarh Shahih Muslim, 2/35)

Beliau juga menjelaskan bahwa ucapan salam merupakan pintu pertama kerukunan dan kunci pembuka yang membawa rasa cinta.

Dengan menyebarkan salam, semakin kokoh kedekatan antara kaum muslimin, serta menampakkan syi’ar mereka yang berbeda dengan para pemeluk agama lain.

Di samping itu, di dalamnya juga terdapat latihan bagi jiwa seseorang untuk senantiasa berendah diri dan mengagungkan kehormatan kaum muslimin yang lainnya.
(Syarh Shahih Muslim, 2/35)


6. Berusaha untuk saling memberikan hadiah pada teman.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani)

Hadits yang mulia di atas menunjukkan bahwa pemberian hadiah akan menarik rasa cinta di antara sesama manusia, karena tabiat jiwa memang senang terhadap orang yang berbuat baik kepadanya.


7. Jangan sampai kita berdusta pada teman.

Karena orang yang berdusta terus menerus maka akan dicatat sebagai pendusta dan akan menghantarkan seseorang buruk dan yang buruk akan menghantarkan pada neraka. Dan kejujuran akan menghantarkan pada syurga Allah.

Rasulullah bersabda :
"Jauhilah oleh kalian perbuatan dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu menggiring ke Neraka. Dan seseorang itu masih akan terus berdusta dan terus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." [Shahiih al-Bukhari (VIII/30) dan Shahiih Muslim (VIII/29)]


8. Jangan terlalu pelit pada temanmu

Jadilah seorang yang dermawan semampunya.
Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}

“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS. Al-Furqaan: 67)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

“Tidak ada pagi yang dilewati oleh hamba, melainkan ada dua Malaikat turun dari langit. Yang satu berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti untuk orang yang membelanjakan hartanya (di jalan Allah).’ Sedangkan yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan (kerugian) kepada orang yang tidak membelanjakan hartanya (di jalan Allah)..”

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu’:

“Harta tidak akan berkurang dikarenakan shadaqah. Tidaklah Allah menambahkan (sesuatu kepada) seorang hamba yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan barangsiapa yang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, maka Allah pasti akan meninggikan (derajat)nya.”

Firman Allah dalam surat Ali-Imran 133-134

133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

134. (yaitu) orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.


9. Janganlah sombong 

Karena kesombongan akan dijauhi teman-temannya maka bersifat tawadhu' kepada teman maka akan dicintainya.

Hadist dari Rasulullah yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”

Termasuk sifat sombong yaitu memanggil dengan panggilan-panggilan yang buruk.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.

Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Dalam Al-Qur'an dilarang maka hukumnya haram dengan memanggil dengan panggilan yang buruk.


10. Jadilah orang yg pema'af

Harus disadari dalam pergaulan selalu terjadi pergesekan

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35)

Sifat pema'af ini sangat mulia, karena pahalanya menjadi tanggungan Allah, tentunya semau-Nya Allah dalam memberikan pahalanya. Seperti pahala puasa juga tergantung pada Allah.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura: 40)

Padahal Allah adalah pemilik karunia yang sangat besar, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist Qudsi

Allah berfirman

"Wahai hamba-Ku, sekiranya orang-orang terdahulu dan terkini dari kalian dan sekiranya umat manusia maupun jin itu seluruhnya berdiri di satu bukit lalu mereka meminta kepada-Ku dan masing-masing Aku kabulkan permintaannya maka hal itu sama sekali tidak akan mengurangi milik-Ku sedikit pun".

Kecuali hanya seperti sebatang jarum yang dicelupkan ke dalam lautan itu dikarenakan oleh kedermawanan Allah dan kemurahan-Nya serta keluasan karunia yg dimiliki-Nya.

Jika Allah memberikan segala hal yg diminta oleh manusia maka permintaan itu sama sekali tidak akan mengurangi apa yang ada di sisi Allah sedikit pun."


11. Kalau terjadi perselisihan, jangan sampai memutuskan pertemanannya.

Harus disadari dengan teman tidak mungkin akan selalu mempunyai pendapat yang sama. Maka tidak menutup kemungkinan adanya perselisihan karena perbedaan pendapat.

“Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.”
(Al-Ma’idah: 48)


12. Saling mendoakan

Seorang muslim mendoakan seorang muslim yang lain tanpa diketahui, maka merupakan doa yang mustajab karena ada malaikat yang ada di dekat kepalanya mengamini dan orang yg mendoakan akan mendapatkan doa yg sama.

Diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’”


13. Saling menziarahi (mengunjungi)

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain.
Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”.

Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”.

Maka malaikat mengatakan:

“sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR Muslim no.2567).


14. Saling peduli sesama teman

Dengan saling peduli akan kebutuhan sesama teman, maka akan saling meringankan beban

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.

Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.

Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya.

Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.”

(HR. Muslim 2699)
______________

Note :
Tatkala kau mendapati dirimu merasa jauh dari teman-teman seimanmu, bahkan kau pun merasa tak ada teman yang menasehatimu, yakinlah itu karna kemaksiatan yang mungkin tanpa sengaja kau lakukan, dan perlu kau ketahui teman-teman shalih itu merupakan bonus saat hijrahmu benar-benar jujur kepada Allah ta'ala, dan pun juga ketika semangatmu berkurang dalam menuntut ilmu serta merasa malas menghadiri kajian, ingat lagi niat hijrahmu untuk apa? Apakah mengharap ridho Allah beserta Jannah-Nya atau hanya sekedar mengharap ridho manusia bahkan mengharapkan dunia? Perbaiki lagi niat hijrahmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍْﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺎﺕِ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ . ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ، ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﻟِﺪُﻧْﻴَﺎ ﻳُﺼِﻴْﺒُﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻳَﻨْﻜِﺤُﻬَﺎ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺎﺟَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika memang mengharap ridho Allah beserta surga-Nya maka luruskan lagi niat hijrahmu, dan hadirilah majelis-majelis ilmu, karena menghadiri majelis ilmu akan memudahkan jalanmu menuju surga Allah jalla wa 'ala, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam :

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Tentunya engkau ingin masuk surganya Allah ta'ala, maka futurmu bisa kau atasi dengan segera, dekati kembali teman-teman shalihmu, mintalah nasihat kepadanya dan bersegeralah menuju majelis-majelis ilmu serta menambah keta'atan kepada Allah ta'ala agar imanmu semakin bertambah pula dan ditambahkan teman-teman yang juga ta'at kepadaNya, yang terpenting jauhilah segala bentuk kemaksiatan.

♻ Group WA Ittiba'us Sunnah
🔰 Edited By Abu 'Abdul Malik Ubaidillah
📲 Free Share, agar mendapatkan faidah

No comments:

Post a Comment

Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada

Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...