Saudaraku sembunyikanlah amalmu
.
.
Janganlah menceritakan kepada orang lain amal yang telah dilakukan, karena khawatir bisa membahayakan niat yang ada pada hati…
Siapakah yang bisa menjamin bahwa kita pasti akan terjaga niatnya ketika selesai menceritakan amal kepada orang lain ?
Dan itu bukanlah contoh dari perilaku orang-orang yang shalih. Bacalah kisah dibawah ini :
(1). Abdullah bin ‘Amru رضي الله عنه menceritakan hadits kepada Ibnu ‘Umar رضي الله عنه , ia berkata : Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه والسلام bersabda : “Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada manusia, niscaya Allah سبحانه وتعالى akan perdengarkan amal tersebut kepada makhluk-Nya yang dapat mendengar. Dan Allah سبحانه وتعالى pun akan merendahkan dan meremehkannya”. Laki-laki itu berkata : “(Mendengar itu), menangislah mata ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنه .”
(Diriwayatkan oleh Ahmad II/195)
(2). Nu’aim bin Hammad رحمه الله menuturkan bahwa ia pernah mendengar Ibnul Mubarak رحمه الله berkata : “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih tinggi derajatnya dari pada Malik رحمه الله .Dia tidak banyak memiliki shalat dan puasa, namun dia memiliki banyak amal yang disembunyikan dan dirahasiakan”(Nuzhatul Fudhala’ II hal 621).
(3). Abu Bakar al-Marwazi رحمه الله berkata : “Suatu hari Ahmad bin Hambal رحمه الله menyebut-nyebut tentang Ibnul Mubarak رحمه الله dan ia berkata : “Allah سبحانه وتعالى tidak meninggikan derajatnya melainkan karena kerahasiaan yang dimilikinya” (Shifatus Shafwah IV hal 104).
(4). Yahya bin Ma’in رحمه الله berkata : “Aku tidak melihat orang seperti Ahmad bin Hambal رحمه الله . Aku menemaninya selama 50 tahun, dan ia tidak menyebutkan sedikitpun pada kami kebaikan yang ia lakukan”
(5). Semasa hidup Imam al-Mawardi رحمه الله, tidak ada satu pun karyanya yang dikeluarkan. Ia menulis karya dengan menghabiskan umurnya, berjaga pada malam hari dan tidak tidur, namun setelah semuanya rampung, dia inginkan agar buku-buku itu dilempar ke sungai Dajlah, karena dia takut riya’.
Dia berkata kepada seseorang :
“Jika aku dalam keadaan sakaratul maut, peganglah tanganku. Jika aku menggenggam tanganmu, maka ketahuilah ini berarti tidak ada satu pun karyaku yang diterima-Nya. Jika demikian, ambillah seluruh karyaku dan lemparkan semuanya ke sungai Dajlah pada malam hari.
Jika aku membentangkan telapak tanganku dan tidak menggenggam tanganmu saat mati, maka ketahuilah bahwa karyaku diterima, sebab aku mendapatkan niat ikhlas yang kuharapkan.
Ternyata dia membentangkan telapak tangnnya dan tidak menggenggam tanganku. Aku pun tahu, ini tanda diterima amalnya. Sehingga setelah itu aku pun mengedarkan buku-buku hasil karyanya” (Siyar A’laamin Nubalaa’ oleh Imam adz-Dzahabi 18/66-67).
Mereka para imam saja seperti itu, khawatir amalnya tidak ikhlas sehingga lebih suka menyembunyikan amal kebaikannya. Lalu bagaimana dengan orang yang baru belajar dan mengamalkan Islam, kemudian merasa yakin akan selamat dari bisikan syaitan seperti riya, sum’ah dan ujub ?
Orang yang ikhlas adalah orang yang berusaha menyembunyikan berbagai macam kebaikannya, seperti ia menyembunyikan berbagai macam kejelekannya.
.
.
Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى
Ref : http://bbg-alilmu.com/archives/31511
Blog ini mendokumentasikan informasi dari grup WA liqo, ringkasan kajian dan dari mana saja ilmu itu berasal. Semoga bermanfaat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada
Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...
-
Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...
-
"APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA" Sebagus atau semahal apapun sekolah anak-anak kita, sama sekali bukan jaminan unt...
-
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إن صاحب الشمال ليرفع القلم ست ساعات عن العبد المسلم...
No comments:
Post a Comment