Tulisan ini adalah catatan saat mendengarkan kajian Ustad Muhammad Nuzul Dzikri di channel youtube beliau. Saat kondisi sedang membutuhkan apa itu takwa, jadi ingat pernah mendengar dan mencatat-nya. Sengaja aku tulis di sini, semoga bermanfaat bagi pembacanya. Untuk lnk ceramah beliau bisa klik di sini ya Kajian Riyadhush Shaalihin apa itu Takwa
Bicara ttg takwa berarti bicara ttg melindugi diri sendiri, ini tentang kita. Jangan berfikir diribetkan, disulitkan, karena ini utk kebaikan kita. Dan perlindungan itu memang butuh usaha bahkan butuh biaya yang mungkin di satu sisi terkesan ribet dan repot. Misalnya : memakai masker lebih repot drpd kondisi normal, tp tetep kita pakai sebagai ikhtiar perlindungan dari covid 19. Dokter pakai baju hazmat, ribet, tapi tetep dipakai, karena utk perlindungan diri dari covid 19. Dan takwa artinya perlindungan, jadi sama seperti halnya masker dan baju APD, ribet drpd normal.
Saat seseorang ingin melndungi rumahnya yg megah, dia akan mengontrak tim keamanann utk melindungi rumahnya, hal itu mengeluaran biaya, tp kita tidak mengeluh krn fungsinya jelas yaitu perlinfungan, dan perlindungan butuh biaya.
Inagt jangan pernah lupa konsep simple ini, bicara ttg takwa kita bicara ttg konsep perlindungan diri.
Makna takwa dalam bhs arab adalah perlndungan diri.
Ayat pertama yang dibahas :
Ali Imran 102 :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Takwa itu yang bener dan harus maksimal.
Perintah utk bertakwa yg benar dan bukan utk hitungan 1-2 hari tp diminta utk istiqomah sampai kita mati.
Pertanyaannya, seperti apa itu takwa yang benar ?
Abdullah bi Mas’ud
Sebenar-benar takwa itu ada 3
1. Allah itu di taati. Maka jangan dimaksiati.
Taatlah kepada Allah dan JANGAN maksiat kepada Allah.
Kalua ingin melindungi diri anda, nurutlah sama Allah. Kalua bermaksiat sama seperti hidup tanpa perlindungan dan itu FATAL.
Kalau kita tidak taat, saat setan menyerang kita tidak ada perlindungan.
Misalnya malam hari kita clubbing, saat itu kita melepaskan perlindungan diri kita.
Paradigma harus diubah.
Maksiat adalah kondisi dimana kita membuka semua perlindungan diri kita. Kita tahu kalua hiodup ini isinya ujian, cobaan, godaan, isinya setan
2. Allah itu diingat, maka jangan dilupakan.
Selalu berdzikir dan mengingat Allah.
Isilah hari-hari kita dnegan mengingat Allah dan jangan pernah lupa dengan Allah.
Ketika kita lupa baca dzikir pagi, maka artinya kita hari ini kita jalani tanpa perlindungan dan kita belum bertakwa. Kita lupakan Allah, berarti kita tidak bertakwa dan berjalan tanpa perlindungan Allah. Jangan salahkan siapa-siapa kalo terjadi sesuatu, karena kita tidak melindungi diri kita dengan benar. Lebih parah daripada ke red zone tanpa masker.
Lupa keapda Allah itu FATAL.
Al khonnas : yg menyerang ketika benteng pertahanan kita rapuh, bolong.
Dzikir itu perlindungan , benteng. Kalo tidak dzikir, benteng itu kosong, maka ada pihak luar (setan) yang bisa masuk.
Oleh karena itu ingat kepada Allah dan jangan lupakan Allah.
Baca dzikir pagi dan petang, itu kebutuhan. Baca doa keluar masuk rumah, itu kebutuhan. Intinya doa dan dzikir adalah kebutuhan. Kebutuhan melindungi diri.
Saat diberi kenyamanan baca :
Saat dapat musibah baca :
Serangannya setan sangat efektif dan mematikan. Kalo kita lupa baca dzikir/perlindungan, gimana tuh ?
Oleh karena itu dzikir dan doa itu perlindungan.
Saat kita tidur kita ada dalam kondisi terlemah, karena itu banyak banget bacaan dzikirnya, oleh karena itu perlindungannya banyak.
Karena ini semua tentang perlindungan.
3. Allah itu disyukuri dan tidak dikufuri.
Bertakwa yang bernar itu adalah saat kita banyak bersyukur kepada Allah, maka jangan pernah mimpi jadi orang yg benar kalo kita tidak bersyukur kepada Allah, kufur nikmat kepada Allah.
Bahkan saat kita kena muisbah yg dibaca adalah Alhamdulillah ala kulli hal. Bersyukur dalam segala hal.
Setan memprofokasi jadi orang yg suka komplen, jangan terbawa. Bersyukur itu untuk kepentingan diri. Kalua kita tidak bersyukur, sama seperti hidup tanpa perlndungan. Pdhl inti hidup adalah pindah dari 1 ujian ke ujian yang lain. Maka bersyukurlah dan terus bersyukur.
Orang yg tidak bersyukur adalah orang yg tidak bertakwa.
Tidak beryukur kepada Allah kalo tidak bersyukur pada manusia.
Kalua ada orang berbuat baik, maka balaslah berbuat baik itu, sebagai tanda bersyukur. Kebaikan itu bukan hanya kebaikan dunia, kebaikan akhirat ada juga. Lebih tinggi kadarnya drpd dunia.
1 hadist lebih berharga drpd dunia dan seisinya.
Mendapatkan Al Quran itu lebih baik lebih mahal drpd hargat yg dikumpulkan.
Yunus 58
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".
Bersyukur dengan teman yg mengingatkan kita. Setan mengajak kita untuk tidak bersyukur, krn itu cara efektif memasukkan ke neraka.
Banyak wanita di neraka krn wanita suka kufur nikmat suami dan kufur berbagai kebaikan.
Abdullah bin Abbas memberi tambahan dan kedalaman makna dari ayat ini;
1. Bertakwa yg benar ini adalah dengan berjuang berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad/perjuangan. Jadi harus berjuang di jalan Allah.
Di hadist lain
Orang yg berjihad adalah orang yg melawan dirinya agar selalu ada dalam ketaatan.
Lawan nafsu kita, lawan diri kita. Capek, tapi itulah takwa yang benar. HARUS ada perlawanan. Tidak ada perjuangan yang tidak capek.
Dan ketika kita berusaha menjalankan ini semua, kita tidak ambil pusing dengan celaan para pencela. gak usah baper. Jangan diambil hati.
Harus ada perjuangan dan gak peduli dengan celaan mereka.
Jangan sampai lisan orang itu mengambil sesuatu dari jiwa kita. Janga sampai lisan orang yg menjadi penentu bahagia atau tidak bahagianya ktia. Bahagia terletak pada ingat atau tidaknya kepada Allah, sujud atau tidak sujudnya kepada dengan Allah.
2. orang yg bertakwa dengan benar itu tetap berpegang kepada kebenaran dan obyektif walaupun berkaitan dengan diri mereka, ortu mereka atau anak-anak mereka. Misalnya, anaknya salah, maka dia akan berterima kasih sudah diingatkan. Siapapun kalua salah ya salah.
Dalam masa Imam Malik, obyektifitas itu langka. Gimana dengan tahun ini ?
Obyektif itu melindungi diri.
Perjuangan di jalan Allah itu melindungi diri kita.
Tidak pusing dengan omongan orang itu melindungi diri.
Tidak ada orang yg sempurna. Kita pasti khilaf. kalau selalu bela diri bias menghcanurkan kita
3. tidaklah seseorang itu bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa sampai dia menyimpan lisannya/ menjaga lisan (sekarang tambah jempol).
Tidak ada organ yg pantas dipenjara kecuali LISAN.
Jadikan lisan sebagai sarana untuk berdzikir kepada Allah.
Kenapa Allah tidak kasih tahu kapan kita mati ?
Imam Ibnu katsir : jagalah agama anda di saat anda sehat, di saat anda sedang nyaman, lapangm enak, supaya bias meninggal di atas itu.
Kaedahnya : barang siapa yang hidup dengan pola tertentu niscaya dia akan wafat di atas pola tersebut.
Dan barang siapa yg wafat di pola tertentu maka dia dibnagkitkan di atas pola itu.
Kondisi mati adalah dengan pola hidup yg penuh dengan ketakwaan.
Untuk hari inilah kita bersiap setiap hari (saat Rasululah mengubur seorang sahabat).
Untuk pembukaan ASIAN GAMES yg 1 hari persiapannya 4 bulan, bagaimana dengan kematian kita ? Persiapannya adalah seumur hidup !!
No comments:
Post a Comment