Tuesday, 7 May 2019

Ramadhan day 2. Keluarga Nabi Nuh.

Nabi Nuh

Pemberi materi : Ust Ali Markasan, Lc

INSPIRASI DARI KELUARGA NABI NUH


Mungkin ada beberapa yang berfikir bahwa Nabi Nuh gagal dalam mendidik anak dan keluargany, karena ternyata istri dan anaknya termasuk ke dalam golongan orang kafir yang tidak ikut naik ke perahu Nabi Nuh. Tapi apakah betul demikian ?



إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Quran Ali Imran: 33-34].

Read more https://kisahmuslim.com/6281-siapakah-ali-imran-keluarga-imran.html



Pertanyaannya, mengapa Allah menyebutkan Ibram dan Imran di ikuti dengan keluarga, sedangkan Ada dan Nuh tidak ? Apakah hal itu menunjukkan kalau Nabi Adam dan Nabi Nuh gagal dalam mendidik keluarganya ?

Ingat, Qobil anak Nabi Adam adalah manusia pertama yang menumpahkan darah di Bumi.

Tapi perlu di catat, bahwa Allah SubhanahuWata'ala sangat mengangkat tinggi Nabi Adam, Nabi Nuh, juga diantara Nabi dan rasul yang lain.

Nabi Nuh disebut juga sebagai ayah manusia yang tertua (bapak seluruh manusia, setelah Adam), karena setelah peristiwa banjir dan semua orang kafir ditenggelamkan, maka yang tinggal adalah Nabi Nuh dan kaumnya yang sedikit.

Cerita lengkap bisa di baca di sini.

Istri dan anak nabi Nuh memang bermasalah, tetapi hal tersebut tidak membuat Nabi Nuh gagal dalam mendidik keluarganya. Karena selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa.

Ali Imran : 190-191


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ190
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ191


Jadi pada dasarnya, semua mengandung pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya.

Manfaat/hikmah tidak lepas dari 3 hal :

1. Intifa.
Pengambilan manfaat.
Misalnya Allah Subhanahu Wata'ala menciptakan kambing untuk kita ambil kulitnya, dagingnya, susunya.
Ayam diciptakan Allah Subhanahu wata'ala untuk kita ambil dagingnya, telurnya, bulunya.

2. Iktibar
Allah Subhanahu wata'ala menciptakan makhluk di dasar laut yang dalam dimana kita tidak bisa memanfaatkannya saat ini tetapi dari situ kita bisa mengambil pelajaran.

3 Ikhtiba (kayaknya salah deh aku nulisnya, krn kurang jelas)
Dimana Allah Subhananu wata'ala menciptakan sesuatu yang kita dilarang memanfaatkannya. Hal ini dilakukan sebagai ujian bagi manusia.
Cotohnya Babi. Kita dilarang memanfaatkan babi meski babi dipandang sebagai hewan yg serba guna dan rasa dagingnya enak (ini karena aku sering lihat di eat street, food festival, food paradise hehehe).


Al Baqarah 29
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ29


Yes. Allah Subhanahu wata'ala adalah Maha Pencipta. DIA menciptakan semuanya.
Iblis diciptakan juga oleh Allah, istri dan anak nabi Nuh juga diciptakan oleh Allah. Jaid pasti ada hikmah di balik cerita itu.

Prestasi nabi Nuh.

Kesyirikan mulai muncul menjelang era Nabi Nuh.

QS Nuh : 23


وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا


Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr".

Pada jaman sebelum nabi Nuh, ada orang-orang soleh yang setelah meninggal dibuat patungnya. patung itu dibuat oleh manusia atas bisikan setan, dengan alasan untuk mengenang. Akan tetapi setelah beberapa generasi patung-patung orang soleh itu malah disembah.

Kesimpulannya, setan memiliki rasa sabar yang sangat besar dan rencana jangka panjang dalam rangka usahanya untuk menyesatkan manusia. Perlu waktu sampai beberapa generasi sampai akhirnya manusia tersesat dan setan menunggu hal itu terjadi.

Prestasi Nabi Nuh adalah membuat seluruh penduduk dunia beriman.  Karena yang selamat dari banjir adlah hewan-hewan yang berpasang-pasangan, anak-anak nabi Nuh, dan orang-orang beriman.

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun.

Melihat kerusakan yang dibuat oleh kaumnya, Nabi Nuh berdoa kepada Allah Subhanahu wata'ala


QS Nuh : 26

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا


Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.


Pada saat Rasulullah SAW mendapatkan cobaan yang berat, Allah Subhanahu wata'ala meminta Rasul untuk melihat dan mencontoh kesabaran pada ulul azmi
(Al Ahqof : 35)

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ


Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.


Nabi yang termasuk dalam ulul azmi adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW. Jadi bisa dilihat disitu bahwa Nabi Nuh termasuk dalam ulul azmi (yang teguh dalam pendirian).

Di dalam Islam, para nabi dan rasul itu dakwahnya bertingkat, dimulai dari diri sendiri, kemudian kepada keluarga dan kemudian kepada kaumnya.

QS. Asy Syuara : 214
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ


Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,

Pada saat nabi Nuh di utus oleh Allah untuk mendakwahi kaumnya, artinya Nabi Nuh sudah selesai dengan dirinya sendiri dan keluarganya. Artinya pribadi, ahlak Nabi Nuh sudah baik, dan keluarganya juga sudah didakwahi.

QS Al Hijr " 94

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ


Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
Contohnya Rasulullah.
Setelah mendapat wahyu beliau berdakwah kepada keluarga terdekatnya (istri dan anak-anak beliau) kemudian di lngkungan sekitarnya (anak tiri, paman) dan akhirnya pada kaumnya. Dan yang menerima dakwahnya memang melihat pribadi Rasulullah SAW memang tidak cacat.

Beda dengan  Fir'aun.
Fir'aun mengaku dirinya Tuhan, tetapi istrinya (yang paling tahu kesehariannya) tidak mau menerima hal itu karena pribadi Fir;aun memang cacat.

Sementara itu meski istri nabi Nuh termasuk dalam golongan orang kafir, tetapi tidak ada catatan yang menunjukkan istrinya menjelakkan nabi Nuh, artinya prbadi Nabi Nuh tidak cacat. Sebagian besar kauamnya tidak mau menerima dakwah Nabi Nuh karena mereka menganggap Nabi Nuh sama seperti mereka, jadi tidak perlu patuh kepada Nabi Nuh.


Peran Nabi Nuh sebagai anak.
Sudah terpenuhi, karena kedua orang tua nabi Nuh termasuk orang yg beriman.

Peran Nabi Nuh sbagai suami juga sudah terpenuhi.

QS At Tahrim : 10

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ


Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)".

Artinya Nabi Nuh sudah mendakwahi istrinya, hanya saja istrinya berkhianat.



Tugas Nabi Nuh sebagai ayah.

Nabi Ibrahim tinggal jauh dari istrinya Hajar dan Ismail. Tercatat 4 kali pertemuan Nabi Ibrahim dengan Nabi ismail. Nabi Ibrahim tinggal di Palestina dengan Nabi ishak sedangkan Nabi ismail tinggal di Mekah.

4 pertemuan Nabi Ibrahim dengan Nabi ismail

1. Saat peristiwa penyembelihan.
2. Saat bertemu dengan istri yang tidak baik
3. Saat bertemu dengan sitri yang baik
4. Saat membangun Ka'bah.

dari 4 kali pertemuan itu, hanya 2 kali Nabi Ibrahim bertatap muka langsung dengan Nabi ismail.
Saat bertemu dengan istri yang tidak baik, Nabi Ibrahim langsung pulang kembali. begitu juga saat bertemu dengan istir yang baik Nabi Ibrahim langsung pulang, tidak menunggu untuk bertemu dengan Nabi Ismail.

Dari situ bisa diambil pelajaran bahwa peranan ibu sangat penting. Nabi Ibrahim tidak ridho anaknya memiliki istri yang tidak baik.

Nantinya dari istri Nabi Ismail yang baik itulah lahir Rasulullah Muhammad SAW.

Banyak orang hebat lahir dari keluarga tanpa ayah/yatim. Keberadaan ibu lebih penting daripada ayah dengan syarat, cahaya dari ayah sudah sampai kepada sang ibu.

Kembali kepada keluarga Nabi Nuh.
Apabila peran ibu sangat penting, sedangkan dalam keluarga nabi Nuh ternyata istrinya kafir, maka kesulitan nabi Nuh lebih tinggi dibandingkan dengan ayah-ayah yang lain. Oleh karena 1 pelajaran lagi bisa diambil dari keluarga nabi Nuh yaitu, perjuangan Nabi Nuh sangat berat.

Dari keluarga nabi Nuh, anaknya yg kafir 1 orang, dan istrinya juga kafir, sedangkan anak yang lain masih beriman.

Hal ini bisa dilihat dari ayat Al Quran.

As Saffat : 77

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ Arab-Latin: Wa ja'alnā żurriyyatahụ humul-bāqīn Terjemah Arti: Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

Referensi: https://tafsirweb.com/8199-surat-as-saffat-ayat-77.html

Al Isra : 3

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا


(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
Dari 

Dari ayat itu bisa dibaca bahwa yang melanjutkan keturunan setelah terjadinya banjir adalah keturunan Nabi Nuh.

Penumpang kapal Nabi Nuh adalah :
1. Nabi Nuh
2. Anak Nabi Nuh yang beriman
3. Orang beriman
4. Hewan yang saling berpasangan

Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa orang yang beriman yang ikut di dalam kapal Nabi Nuh tidak dapat meneruskan keturunan, yang bisa hanya dari anak-anak Nabi Nuh. Oleh karena itu Nabi Nuh disebut juga sebagai ayahnya manusia tertua setelah Nabi Adam.


Hud : 42 (11 : 42)
وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ


Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir".
Apabila dilihat dari ayat ini, anak nabi Nuh sebetulnya tidak tergolong dengan orang kafir, karena orang kafir semua ada di bawah dan sudah tenggelam karena banjir, sedangkan anak Nabi Nuh masih di atas mencari tempat perlindungan yang lain.


Hud : 43 (11 : 43)

قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ


Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

Pada saat anaknya ditenggelamkan oleh Allah, Allah menutupinya sehingga Nabi Nuh tidak melihat proses anaknya mati karena tenggelam.

Kisah Nabi Nuh dan kapalnya ada di surat Hud ayat 25-48






Ust Ali Markasan, Lc

Monday, 6 May 2019

Ramadhan day 1. Nabi Adam. Ustad Budi Ashari.

Pengantar.
Di bulan Ramadhan 1440 H ini, alhamdulillah masjid darussalam di komplek rumah mangadakan kajian pagi jam 08.00 - 10.00 selasa hari Senin-Kamis selama 2 pekan.

Ramadhan hari pertama di isi oleh ustad Budi Ashari yang bercerita tentang Nabi Adam. Alhamdulillah aku bisa datang meski terlambat.
Dan di bawah ini ada sedikit catatan.
Mohon koreksi apabila ada kesalahan. Semoga catatan ini bermanfaat.

rina rinso

--------------------------------------------------------------------------------------------------------


Apa yang kita alami hari ini sebetulnya tidak jauh dari pelajaran bapak ibu kita, nabi Adam alaihisalam dan Hawa.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Dan An Nisa ayat 1 tersebut menunjukkan bahwa fitrah makhluk hidup adalah berpasangan, bukan hanya manusia, tetapi hewan dan tumbuhan juga fitrahnya berapsangan.

Dalam Al Quran banyak sekali ayat tentang pasangan-pasangan.
Misalnya dalam surat Al Fajr

  • وَّالشَّفۡعِ وَالۡوَتۡرِۙ‏
  • 3. demi yang genap dan yang ganjil,



Ada ahli tafsir yang menyatakan bahwa : yang genap itu adalah makhluk dan yg ganjil adalah Allah Subhanahu wata'ala. Allah itu ganjil dan suka dengan yang ganjil.
Genap adalak karakter makhluk.

Ibu kita Hawa sangat cantik. Bahkan Nabi Yusuf yang gantengnya itu 1/2 dari kegantengan manusia seluruhnya, hanya mendapat 1/6 dari kecantikan Hawa.

Manusia berketurunan untuk melanjutkan hidup di Bumi.

Jumlah anak Adam - Hawa adalah 40 (dari keterangan kalau hawwa melahirkan 20 kali, dan setiap kali melahirkan selalu kembar).

Pasangan itu contohnya kiri-kanan, siang-malam, laki-laki - perempuan.
Sifatnya berbeda dan seling melengkapi.
Coba saja pakai sandal keduanya untuk kaki kanan, pasti tidak enak. Begitu juga fitrahnya makhluk hidup, berpasangan disini dengan yang berbeda jenisnya.

Seperti di tulis di atas, apa yang terjadi saat ini tidak jauh dengan pelajaran dari Adam-Hawwa.

Hawa / perempuan dari akar katanya artinya ibunya semua makhluk hidup.
Hawa dihidupkan dari makhluk hidup (dari Adam), sedangkan Adam diciptakan dari tanah (benda mati). Hal itu bisa jadi petunjuk tugas dan fungsi laki-laki dan perempuan.

Adam sebagai laki-laki tugas dan fungsinya berhubungan dengan tanah, mencari nafkah.
Hawa sebagai perempuan tugas dan fungsinya berhubungan dengan yang hidup, mengurus suami, anak-anak.

Adam, laki-laki, diciptakan dari berbagai jenis tanah. Sehingga karakternya cenderung bisa menerima perbedaan, karena sejak awal diciptakan dari berbagai macam tanah yang berbeda-beda. Sehingga laki-laki bisa melihat sesuatu secara komprehensif.

Hawa, perempuan, diciptkan dari Adam, sehingga perempuan fokusnya pada laki-laki, karena terbiasa melihat yg 1. Sehingga perempuan tidak bisa melihat sesuatu secara komprehensif seperti laki-laki.

Kita diminta unutk manjaga rahim, nanti kita akan ditanya tentang rahim.

Silaturahim terdahsyat adalah silaturahim rasulullah.

Amr bin Ash saat memimpin pasukan muslim ke Mesir, menuturkan pada uskup Mesir bahwa Rasulullah berpesan supaya kaum muslim harus berbaik-baik dengan masyarakat Mesir, karena masyarakat Mesir memiliki 2 hak terhadap muslimin,
1. Tanggung jawab
2. Rahim.

Ada apa dengan rahim ?
ternyata ibunya orang Arab adalah orang Mesir (Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang darinya lahir Ismail, dari garis Nabi Ismail Rasulullah).

Al A'raf : 27
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ


Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Target besar iblis adalah menelanjangi generasi manusia.
Jahiliyah penampilan di tuangkan di surat Al Ahzab : 33


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا


dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Penampilan fisik adalah target iblis.
makin dekat dengan iblis maka manusia makin telanjang.
Iblis mendekati manusia lewat logika.

Al A'raf 20,21,22 adalah cerita tentang bujuk rayu iblis kepada Adam.
Iblis berusaha menggunakan logika yang masuk akal untuk Adam.
Iblis bahkan bersumpah meski dia salah.

Sumpah iblis kepada Adam ada di surat Al A'raf : 21

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ


Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",
Pada saat ini data-data penelitian juga bisa disamakan dengan sumpah (untuk menjustifikasi kebenaran). Misalnya penelitian ttg yg melegalkan gay, dll. Contoh manusia yang bertindak sama dengan tingkah laku setan. Bersumpah meski dia salah.


Surat Thaha : 120


فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَىٰ


Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
Kesalahan Adam dan Hawa adalah, mereka mendekati pohon itu.
yang memberi nama pohon itu pohon khuldi adalah setan.
Khuldi berasal dari kata khul = abadi, kekal.

Di ayat itu dijelaskan bahwa setan berbisik pada Adam.
Oleh karena itu saat dzikir pagi dan petang kita baca surat An Naas untuk memohon perlindungan Allah dari bisikan setan dan manusia.

Kesulitan kita menghadapi setan adalah, setan dan bisikannya tidak terlihat sedangkan setan bisa melihat kita.
Untuk menyelamatkan diri kita hanya ada 1 cara, yaitu dengarkan Allah, kembali pada Allah.

Masalah memakan buah terlarang, siapakah yang di rayu setan ? siapakah yang memakan buah itu ?

Kisah tentang Hawa yang dibujuk oleh iblis, kemudian Hawa merayu Adam, dan Hawa yang memakan buah terlarang itu terlebih dahulu ternyata ada dalam Taurat. Sedangkan di dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa iblis berbisik kepada Adam. Seperti yang ada dalam Thaha : 120 dan setelah itu keduanya tergelincir. Keduanya memakan buah terlarang itu.



Al Baqarah : 36


فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".



Al A'raf : 22

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ


maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Ada 2 pendapat mengenai hal itu.
Ada ulama yang menyatakan bahwa yang digoda iblis adalah Adam (seperti pada Thaha: 120) akan tetapi para ahli tafsir nerpendapat bahwa yang digoda iblis adalah Hawa, kemudian Hawa merayu Adam (seperti pada pada Al A'raf : 22 yang menyatakan bahwa setan membujuk keduanya).


Ada 2 pelajaran dari hal itu.

1. Apabila suami melakukan, maka istri akan mengikuti, karena suami adalah qawwam/pemimpin.

2. Ketika kesalahan ada pada istri, maka supaya suami mengikuti jejak istri, maka istri harus melakukan jurus mautnya, yaitu merayu suami.

Oleh karena itu tugas suami-istri adalah saling menutupi celah supaya tidak terjadi kesalahan.

Tips : untuk merubah suami jangan berteriak, cukup dibisikin saja. Kalau tidak bisa eskali, bisikin lagi, lagi, dan lagi. Intinya, jangan berteriak, cukup dibisiki saja.

Ada hadist shahih yang redaksinya seperti ini :

Sebagaimana yang diriwayatkan Al-Bukhari rahimahullahu (no. 3330 dan 3399) dan Muslim rahimahullahu (no. 1470) dari hadits Abu Hurairah z. Ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Dan seandainya bukan (karena) Hawa, seorang istri tidak akan mengkhianati suaminya.”

Bagaimana mungkin Hawa berkhianat ?
Dimana khianatnya Hawa ?

Para ulama menjelaskan ada 2 versi, berdasarkan penafsiran, siapa yang digoda oleh setan.

Versi 1, apabila yang digoda setan adalah Hawa.
Berkhianat pada kebaikan.
Pada saat Hawa digoda oleh iblis, yang dilakukan adalah merayu Adam supaya melakukan hal yang sama (kesalahan) padahal seharusnya Hawa tidak melakukan itu, karena yang dilakukannya adalah Hawa berkhianat kepada kebaikan.

Versi 2, apabila yang digoda setan adalah Adam.
Saat Adam mendekati pohon terlarang, Hawa membiarkannya, tidak melarang Adam.
membiarkan suami berbuat salah adalah salah satu bentuk pengkhiatan.


Kesalahan-kesalahan suami pada umumnya dalam rumah tangga, seperti kesalahan Adam yang ada pada Thaha : 115


وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

115. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

1. Lupa.
Lupa akan perintah dan larangan Allah. Dan istri tidak mengingatkan.
Lupa adalah dari setan.
Musuh orang yg berilmu adalah setan, karena setan akan membuatnya lupa.
Dan mendiamkan orang yang berbuat salah adalah salah satu bentuk pengkhiatan.

2. Kurang azzam pada diri Adam.
Azzam bisa diartikan sebagai kuat, teguh.

Selain itu ada 2 sifat lagi pada suami yang bisa menghancurkan rumah tangga, yaitu kurang sabar dan tidak bisa menjaga.

Jadi ada 4 karakter suami yang dituntut, yaitu :
1. Tidak lupa.
2. Azzam yang kuat
3. Sabar.
4. Menjaga.

Pokok kesalah rumah tangga ada 3,

1. Sombong, seperti iblis yang sombong.
Al A'raf : 12


قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ


Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

2. Lupa, kurang azzam, kurang sabar, tidak bisa menjaga, seperti Adam.
3. Hasad, dengki, seperti Qobil anak Adam yang menumpahkan darah pertam kali di muka Bumi.


Perbedaan setan dan manusia dalam menyikapi kesalahan.

Saat berbuat salah, setan akan melemparkan kesalahannya kepada yang lain, contohnya pada Al A'raf : 16

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ


Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,


Sedangkan Adam, begitu tahu dirinya bersalah, dia mengakui keslahannya dan bertaubat. Seperti dalam Al A'raf : 23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ


Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Jadi kalau ada orang yang salah tetapi kemudian dia melemparkan kesalahannya kepada yang lain, artinya dia anak buah setan.
Apabila ada manusia yang berbuat salah kemudian dia mengakui dan bertaubat, dia adalah anak keturunan Adam.


Pada saat Adam ber-talaqi dengan Allah, yang menghadap Allah adalah Adam seorang diri. Seperti pada surat Al baqarah : 37


فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.


Akan tetapi saat mempraktekannya keduanya (Adam dan hawa) melakukannya. Pelajaran yang bisa diambil dari pernyataan itu adalah bahwa suami adalah pemimpin, yang mengajarkan istri.





Wednesday, 1 May 2019

Berteman dan saling memaafkan.

Pada suatu hari, Rosululloh SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya.
Di tengah perbincangan
 dengan para sahabat, tiba-tiba Rosululloh SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.

Umar r.a. yang berada di situ, bertanya :
"Apa yang membuatmu tertawa wahai Rosululloh ?"

Rosululloh SAW menjawab :
"Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Alloh SWT".

Salah seorang mengadu kepada Alloh sambil berkata :
‘Ya Robb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zholim kepadaku'.

Alloh SWT berfirman : "Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?"

Orang itu berkata : "Ya Robb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya".

Sampai di sini, mata Rosululloh SAW berkaca-kaca. Rosululloh SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya.

Beliau menangis.
Lalu, beliau Rosululloh berkata :
"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya".

Rosululloh SAW  melanjutkan kisahnya.
Lalu Alloh berkata kepada orang yang mengadu tadi : "Sekarang angkat kepalamu".
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata :
"Ya Robb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian.
Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Robb ?

Untuk orang shiddiq yang mana, ya Robb ?
Untuk Syuhada yang mana, ya Robb ?"

Alloh SWT berfirman : "Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya".

Orang itu berkata : "Siapakah yang  mampu membayar harganya, ya Robb ?"

Alloh berfirman : "Engkau pun mampu membayar harganya".

Orang itu terheran-heran, sambil berkata :
"Dengan cara apa aku membayarnya, ya Robb ?"

Allah berfirman : "CARAnya, engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezholimannya kepada-Ku".

Orang itu berkata : "Ya Robb, kini aku memaafkannya".

Alloh berfirman : "Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu".

Setelah menceritakan kisah itu, Rosululloh SAW. berkata : "Bertakwalah kalian kepada Alloh dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan. Sesungguhnya Alloh mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin".
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shohih).

Saudara dan sahabatku tercinta,
Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Alloh adalah meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.

"Maafkan diriku dan keluargaku wahai saudara dan sahabatku  tersayang sebagaimana aku dan keluargaku sudah memaafkan kalian, sekiranya pernah menyakitimu dalam perkataan dan perbuatan.

Semoga kita bersama-sama masuk syurga nya Alloh SWT".

Salam persaudaraan dan persahabatan.

آمِيّنْ  آمِيّنْ  آمِيّنْ  يَا رَبَّ العَـــالَمِيْن.....

Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada

Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...