Sunday, 27 January 2019

REZEKI

Dapat share tulisan di grup SNC berasa menunjuk wajah sendiri.. Astagfirullah😭😭😭
REZEKI
Bismillah..
Rezeki itu bukan hanya berbentuk penghasilan. Dia hanya salah satu bentuk rezeki.
Bahkan jika tidak memahami filosofinya, mudah sekali rezeki berbentuk penghasilan itu menguap lenyap.
Ada orang yang sangat hebat dalam menghasilkan uang, banyak simpanannya, namun tetiba menderita sakit kanker yang pengobatannya harus milyaran rupiah, maka semua simpanan yang dikumpulkan bertahun-tahun, hanya dalam hitungan berbulan saja bisa lenyap. Bahkan dengan rumah mewahnya, mobil mewahnya.
Ada wanita yang pebisnis hebat, saking hebatnya hingga fokus kesibukannya tidak lagi ridho suaminya yang diutamakan, namun beralih ke bagaimana dia jagain bisnisnya agar terus membesar.
Si wanita bahkan “berkurang” respect dia pada suaminya oleh sebab kuantitas hasil dia jauh melampaui suaminya, hingga si suami yang tadinya ridho dan support penuh istrinya berbisnis, akhirnya merasa kecewa berkepanjangan dan hati kecilnya sebenarnya tidak lagi ridho (meski di mulutnya ridho).
Akhirnya si wanita didera kebingungan oleh sebab dia selalu menemui kesulitan dalam meng-handle bisnisnya, dan terjebak dalam wirl wind. Pusaran kesibukan yang seolah tak berujung.
Ada mereka yang berkarir atau berbisnis dengan khusyuk dan fokus, kerja keras, namun mereka lupa bahwa yang diperlukan anak-anaknya adalah “pengisian jiwa” berkualitas, dimana ruang jiwa utama yang tersedia, adalah bagian dari kewajiban orangtuanya mendidiknya, mengisinya. Hingga akhirnya mereka mencari isi jiwanya sendiri, tak lagi peduli pada orangtuanya yang tak pedulikan, bagaimana isi jiwa mereka. Akhirnya banyak mereka yang kemudian meledak bermasalah, dan menguras semua apa yang dimiliki orangtuanya, bukan hanya harta, namun waktu dan penyesalan tak berujung. 
Ada mereka yang lupa, masih memiliki orangtua yang menangis kesepian di sunyi malam dan memanjatkan do’a untuk kebaikan anaknya, yang tak ada waktu untuk membahagiakannya, meski hanya dalam menyapa melepas rindu atau memeluknya dengan hangat.
Ada mereka pria yang menjadi mesin uang yang hebat, hingga ia merasa berhak untuk bersikap kasar pada pasangan cintanya dan anak-anaknya, hingga patahlah asa si cintanya, dan retaklah gambar sang pahlawan gagah nan penyayang di mata anak-anaknya.
Ada mereka yang merasa berbuat baik, namun di sisi lain banyak mendzalimi sesama, hingga di belakangnya, berpuluh atau beratus doa kaum terdzalimi yang istijabah, naik cepat ke langit Arsy tanpa penghalang, menuntut pembalasan Sang Maha Adil. 
Temans..
REZEKI adalah semua kebaikan yang disandingkan dengan kemampuan bersyukur kuat si hamba. 
REZEKI mewujud dalam kenikmatan-kebahagiaan hidup, dalam bentuk semakin mudahnya si hamba bertaat pada RabbNya.
REZEKI adalah kemampuan ridho atas pemberiannya, berupa kebersamaan dengan pasangan yang saling membaikkan.
REZEKI adalah kebahagiaan syukur bersama anak-anak yang dibersamai dalam tumbuh menuju ridho Sang Khaliq.
REZEKI adalah terhindarnya beban musibah atau mudharat yang menghimpit dada menjadi beban tak berujung.
REZEKI tertampak pada ringan dan mudahnya berbagi harta dan membantu sesama, agar senyum bahagia tidak hanya menjadi miliknya semata.
REZEKI adalah banyaknya teman dan sahabat yang selalu nyaman didekatnya, sebab keberadaannya sentiasa disuka dan dirindui. Kebersamaan yang jelas alur jalan lurus menuju ridhoNya. Memburu ampunanNya.
dan....
REZEKI adalah saat kita masih diberi waktu, untuk bertaubat atas semua salah dan dosa, untuk bersegera memperbaiki diri, agar semua yang memang semestinya menjadi rezeki kita, benar-benar hadir kembali membersamai perjalanan kita, dengan indah dan bahagia, di jalan ridhoNya.
Temans, sahabat, guru-guruku, maafkan semua salah dan dosa saya yaa. 
Wal afwu,




Sumber :
https://www.facebook.com/hilmiyatil.alifah/posts/2540025862680625

Alasanku menulis ini di blog ku :

Tulisan seperti ini mesti sering dibaca dan difahami, supaya aku selalu ingat bahwa bentuk rezeki itu buanyak buanget. MAteri adalah 1 dari sekian buanyak jenis rezeki.

Monday, 21 January 2019

100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN.

100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN.

1. Jangan berkata kasar.
(QS 3 – Ali Imran : 159)

2. Tahanlah marah.
(QS 3 – Ali Imran : 134)

3. Berbaiklah kepada orang lain.
(QS 4 – An Nisaa’ : 36)

4. Jangan sombong dan congkak.
(QS 7 – Al A’raaf : 13)

5. Maafkanlah kesalahan orang lain.
(QS 7 – Al A’raaf : 199)

6. Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan.
(QS 20 – Thaahaa : 44)

7. Rendahkanlah suaramu.
(QS 31 - Luqman : 19)

8. Jangan mengejek orang lain.
(QS 49 – Al Hujuraat : 11)

9. Berbaktilah pada orang tua (ibu bapa).
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

10. Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapa).
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

11. Jangan memasuki kamar peribadi ibu bapa tanpa izin.
(QS 24 – An Nuur : 58)

12. Catatlah hutang-hutangmu.
(QS 2 – Al Baqarah : 282)

13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta.
(QS 2 – Al Baqarah : 170)

14. Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan.
(QS 2 – Al Baqarah : 280)

15. Jangan makan riba’/membungakan uang
(QS 2 – Al Baqarah : l

16. Jangan melakukan sogok/ raswah
(QS 2 – Al Baqarah : 188)

17. Jangan ingkar atau melanggar janji
(QS 2 – Al Baqarah : 177)

18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan
(QS 2 – Al Baqarah : 42)

20. Berlakulah adil terhadap semua orang
(QS 4 – An Nisaa’ : 58)

21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas
(QS 4 – An Nisaa’ : 135)

22. Harta yang meninggal atau waris harus dibagikan kepada anggota keluarga ahli waris
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

23. Wanita memiliki hak waris
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

24. Jangan memakan harta anak yatim
(QS 4 – An Nisaa’ : 10)

25. Lindungi anak yatim
(QS 2 – Al Baqarah : 220)

26. Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenang.
(QS 4 – An Nisaa’ : 29)

27. Damaikanlah orang yang berselisih
(QS 49 – Al Hujuraat : 9)

28. Hindari perasangka buruk
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

29. Mencatat perjanjian hutang piutang
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

30. Jangan memfitnah orang
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial(QS 57 – Al Hadid : 7)

32. Biasakan memberi makan orang miskin
(QS 107 – Al Maa’uun : 3)

33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah
(QS 2 – Al Baqarah : 273)

34. Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah
(QS 17 – Al Israa’ : 29)

35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu
(QS 2 – Al Baqarah : 264)

36. Hormatilah tamu anda
(QS 51 – Adz Dzaariyaat : 26)

37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri
(QS 2 – Al Baqarah : 44)

38. Jangan berbuat kerusakan di muka bumi
(QS 2 – Al Baqarah : 60)

39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid
(QS 2 – Al Baqarah : 114)

40. Perangilah mereka yang memerangi mu
(QS 2 – Al Baqarah : 190)

41. Jagalah etika perang
(QS 2 – Al Baqarah : 191)

42. Jangan lari dari peperangan
(QS 8 – Al Anfaal : 15)

43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam
(QS 2 – Al Baqarah : 256)

44. Berimanlah kepada para Nabi
(QS 2 – Al Baqarah : 285)

45. Jangan melakukan hubungan suami-istri di saat haid
(QS 2 – Al Baqarah : 222)

46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh
(QS 2 – Al Baqarah : 233)

47. Jauhilah zina di luar nikah
(QS 17 – Al Israa’ : 32)

48. Pilihlah pemimpin dari yang bertaqwa. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya
(QS 2 – Al Baqarah : 247)

49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya
(QS 2 – Al Baqarah : 286)

50. Jangan mau dipecah belah
(QS 3 – Ali Imran : 103)

51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta
(QS 3 – Ali Imran 3 :191)

52. Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya
(QS 3 – Ali Imran : 195)

53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu
(QS 4 – An Nisaa’ : 23)

54. Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki
(QS 4 – An Nisaa’ : 34)

55. Jangan pelit atau kikir
(QS 4 – An Nisaa’ : 37)

56. Jangan iri hati
(QS 4 – An Nisaa’ : 54)

57. Jangan saling membunuh
(QS 4 – An Nisaa’ : 92)

58. Jangan membela ketidak jujuran atau kebohongan
(QS 4 – An Nisaa’ : 105)

59. Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

60. Bekerja samalah dalam kebenaran
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

61. Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran
(QS 6 – Al An’aam : 116)

62. Berlaku adil
(QS 5 – Al Maa-idah:8)

63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan
(QS 5 – Al Maa-idah : 38)

64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum
(QS 5 – Al Maa-idah : 63)

65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi
(QS 5 – Al Maa-idah : 3)

66. Hindari minum racun dan alkohol
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

67. Jangan berjudi
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain
(QS 6 – Al An’aam : 108)

69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu
(QS 6 – Al An’aam : 152)

70. Makan dan minumlah secukupnya
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

71. Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan
(QS 9 – At Taubah:6)

73. Jangan melaksanakan sholat dimasjid yang dibangun dengan kedengkian
(QS 9 – At Taubah : 108)

74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah
(QS 12 – Yusuf : 87)

75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa karena kebodohan
(QS 16 – An Nahl : 119)

76. Berserulah/ajaklah  kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana
(QS 16 – An Nahl : 125)

77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain
(QS 17 – Al Israa’ : 15)

78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan
(QS 17 – Al Israa’ : 31)

79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan hukumnya tentang hal itu
(QS 17 – Al Israa’ : 36)

80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat
(QS 23 – Al Mu’minuun : 3)

81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa seizin pemilik rumah
(QS 24 – An Nuur : 27)

82. Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah
(QS 24 – An Nuur : 55)

83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati
(QS 25 – Al Furqaan : 63)

84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan
(QS 28 – Al Qashash : 77)

85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah
(QS 28 – Al Qashash:88)

86. Jangan terlibat dalam perbuatan homosexual dan sejenisnya
(QS 29 – Al ‘Ankabuut : 29)

87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan mungkar
(QS 31 - Luqman : 17)

88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong
(QS 31 - Luqman : 18)

89. Wanita dilarang mempamerkan diri
(QS 33 – Al Ahzab : 33)

90. Allah berkehendak mengampuni semua dosa-dosa kita
(QS 39 – Az Zumar : 53)

91. Jangan berputus asa dari pengampunan Allah
(QS 39 – Az Zumar : 53)

92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan
(QS 41 – Fushshilat : 34)

93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah
(QS 42 – Asy Syuura : 38)

94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa
(QS 49 – Al Hujuraat : 13)

95. Agama Islam melarang Rahbaniyyah atau mengkultus individukan para ulama
(QS 57 – Al Hadid : 27)

96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu
(QS 58 – Al Mujaadilah : 11)

97. Perlakukan terhadap non muslim dengan baik dan adil
(QS 60 - Al Mumtahanah :

98. Menginfakkan harta dan Hindari diri dari sifat kikir
(QS 64 – At Taghaabun : 16)

99. Mohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS 73 – Al Muzzammil : 20)

100. Jangan menghardik orang yang meminta-minta
(QS 93 – Adh Dhuhaa : 10)

101. Berbuat Baiklah, Allah maha pencipta mengetahui setiap perbuatan
(QS 14 - Ibrahim: 24-26)

102. Allah memanggil manusia untuk masuk kedalam surgaNya
(QS 89 - Al Fajr: 27-30)

103. Allah menghapus kesalahan dan dosa manusia beragama Islam yang beriman dengan ajaran Nabi Muhammad
(QS 47 - Muhammad: 2)

PENGHALANG KE SURGA

ONE DAY ONE HADITH

Jumat, 18 Januari 2019 M / 12 Jumadil Awwal 1440  H

بسم الله الرّحمن الرّحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

PENGHALANG KE SURGA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi SAW, baginda bersabda: "Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya seseorang menyukai apabila baju dan kasutnya bagus  (apakah ini termasuk kesombongan)?" Baginda menjawab: "Sesungguhnya Allah itu indah dan  menyukai yang indah, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."

(HR Muslim No: 131) Status: Hadis Sahih

Kandungan hadits

1.  Sifat sombong adalah turunan iblis, merasa dirinya lebih baik dari yang lain.

2.  Imam Nawawi  berkata: Hadis ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merasa diri sendiri lebih benar, paling lurus, paling khusuk, disertai merendahkan orang lain, serta merasa bosan, jenuh, bahkan menolak kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

3.  Tidak masuk syurga orang yang memiliki sifat sombong dalam dirinya walaupun sebesar biji sawi.

4.  Sifat sombong, adalah merasa dia saja yang betul dan benar, kondisi demikian akan mendorong seseorang menolak kebenaran dan merendah serta menyepelekan orang lain.

5.  Dalam kitab Riyadusshalihin, Sombong itu adalah menolak kebenaran dengan menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya. Sedangkan meremehkan manusia yakni merendahkan dan meremehkan orang lain, memandang orang lain tidak ada apa-apa dan melihat dirinya lebih dibandingkan dengan orang lain.

6.  Suka kepada keindahan pakaian tidak termasuk kepada sifat kesombongan.

Rasulullah SAW dalam hadis menjelaskan definisi sombong :

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong  ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia.

HR Muslim 131

7. Sombong adalah keadaan seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri . Memandang dirinya lebih besar dari pada orang lain, Kesombongan yang paling parah  adalah sombong kepada Rabbnya dengan menolak kebenaran dan  angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatanataupun mengesakan-Nya”.

 Fathul Bari 10 hal 601

Sunday, 13 January 2019

Catatan liqo 2 tahun yang lalu

Diingatkan oleh facebook, kalau 2 tahun yg lalu aku pernah menuliskan ini.

Quote from the Holy Qur'an: Al-Jumu'a (62:2)
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Huwa allathee baAAatha fee alommiyyeena rasoolan minhum yatloo AAalayhim ayatihi wayuzakkeehim wayuAAallimuhumu alkitaba waalhikmata wain kanoo min qablu lafee dalalin mubeenin
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

Tilawah
Tazkia
Ta'lim

Tahapannya adalah tilawah membaca.
Biasakan baca al quran.
Seseorang dikatakan lalai kalau 3 hari tidak baca al quran.

Mensucikan hati dr apapun niat yg buruk. Termasuk perasaan seseorang terganggu dalam ibadahnya.

Ta'lim. Pengembangan pengetahuan dan wawasan.

Kalau sudah ikut liqo mestinya ada 4 hal yg mengalami peningkatan.
Ada 4 hal tersebut adalah :
1. Akidah.
2. Ibadah.
3. Ahlak dan sikap.
4. Muamalah.

Thursday, 3 January 2019

Ringkasan 12 Adab Bagi Penuntut Ilmu

 Ringkasan 12 Adab Bagi Penuntut Ilmu



Oleh : Ustadz Najmi Umar Bakkar




(01). Hendaknya kepergian dan duduknya seorang penuntut ilmu ke majelis ilmu itu ikhlas hanya karena Allah, tanpa riya’ dan keinginan dipuji orang lain.



(02). Hendaknya berdo'a kepada Allah Ta'ala sebelum dimulainya majelis ilmu agar ilmunya berkah, yaitu ditambahkan ilmunya, diberi pemahaman dan dimudahkan Allah dalam mengamalkannya.



(03). Bersegera datang ke majelis ilmu dan tidak terlambat, seyogyanya seorang penuntut ilmu datang terlebih dahulu sebelum ustadznya.



(04). Jika majelis ilmu ada di masjid, maka sebelum duduk hendaknya shalat sunnah tahiyatul masjid.



(05). Ucapkanlah salam saat memasuki suatu majelis.



(06). Jika bercampur antara jamaah wanita dan pria di suatu majelis ilmu, maka hendaknya diberi pembatas atau hijab di antara mereka untuk menghindari fitnah. Atau bisa juga dengan cara mengadakan majelis ilmu di tempat tertentu khusus untuk para wanita saja.



(07). Tidak menyuruh orang lain berdiri, pindah atau menggeser tempat duduknya.



(08). Tidak meletakkan tangan kiri ke belakang.



(09). Mendekat ke ustadz saat ia memberi nasehat.



(10). Mencatat ilmu agar tidak mudah hilang.



(11). Tenang, tidak berbicara, tidak bersenda gurau ataupun berbantah-bantahan yang sia-sia, tidak sibuk sendiri dengan banyak bergerak, menolah-noleh ke belakang atau ke kiri dan kanan, hendaknya mata tertuju kepada ustadz dalam majelis ilmu.



من لا يكرمُ العلمَ لا يكرمه العلمُ

"Barangsiapa yang tidak memuliakan ilmu, maka ilmu pun tidak akan menjadikannya mulia"



Jika seorang murid berakhlak buruk kepada ustadznya maka akan menimbulkan dampak yang buruk pula, seperti hilangnya berkah dari ilmu yang di dapat, tidak dapat mengamalkan ilmunya atau tidak dapat menyebarkan ilmunya.



Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خيركم اسلاما احاسنكم اخلاقا اذا فقهوا

"Sebaik-baik kalian Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya jika mereka menuntut ilmu"

(HR. Ahmad no.10329, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no.3312, hadits dari Abu Hurairah)



Usamah bin Syariik radhiyallahu ‘anhu berkata :

"Kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan-akan ada burung di atas kepala kami, tidak ada seorang pun dari kami yang berbicara..."

(HR. Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban, lihat Shahiihut Targhib wat Tarhiib no. 2652)



Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata :

"Aku membalik lembaran halaman di hadapan Malik dengan pelan, karena segan kepadanya agar ia tidak mendengar suaranya"



Ar-Rabi’ bin Sulaiman rahimahullah berkata :

مَا وَاللَّهِ اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ وَالشَّافِعِيُّ يَنْظُرُ إِلَيَّ هَيْبَةً لَهُ

"Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan asy-Syafi’i melihatku karena segan kepadanya"



Janganlah datang ke majelis ilmu hanya sekedar mendengarkan sambil bersantai-santai, tidak serius dan banyak menguap. Ada yang sambil bermain HP, duduk bersandar, tidur, memotret, menjulurkan kaki, memberikan komentar saat ustadz sedang menjelaskan, ada juga yang sambil makan, minum, mengecap permen dan bahkan ada yang niatnya sekedar ngumpul-ngumpul, kopdar, ingin ketemu ustadznya atau tujuannya hanya berdagang saja

Janganlah mengangkat suara saat firman Allah Ta'ala dan hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dibacakan, sehingga berakibat terhapusnya amalan.

(lihat QS. 7 : 204 dan QS. 49 : 2)



Imam adz-Dzahabi rahimahullah menyampaikan kisah Ahmad bin Sinan, ketika beliau berkata :

"Tidak ada yang berbicara di majelis 'Abdurrahman bin Mahdi, tidak ada pensil yang diraut, tidak ada seorangpun yang tersenyum, dan tidak ada seorangpun yang berdiri, seolah-olah di atas kepala mereka ada burung atau seolah-olah mereka sedang shalat. Jika ia melihat salah seorang di antara mereka tersenyum atau bercakap-cakap, maka dia memakai sandalnya lalu keluar"

(Siyar A’laamin Nubalaa' IX/201-202)



(12). Membaca do'a penutup majelis.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ



Ustadz Najmi Umar Bakkar

Sebaik-baiknya teman adalah orang-orang sholeh.

"Sebaik-baiknya teman adalah orang-orang sholeh."

Berkumpul dengan orang-orang yg sholeh,
Akan mengubahmu dari 6 perkara,
menjadi kepada 6 perkara :

1. Dari keraguan dalam perkara Agama,
menjadi yakin.

2. Dari sikap riya' dalam beribadah,
menjadi ikhlas.

3. Dari lalai mengingat Allah,
menjadi senantiasa berdzikir.

4. Dari cinta dunia,
menjadi cinta akhirat.

5. Dari sombong,
menjadi tawadhu'.

6. Dari yg mudharat,
menjadi senantiasa maslahat.

(Imam Ibnul Qayyim)

Yuk Besanan… Ustadz Budi Ashari

Yuk Besanan…
Ustadz Budi Ashari

Ini memang bukan zaman Siti Nurbaya. Ya, karena ini zaman yang akan mengembalikan kebesaran Islam. Kehadiran kembali generasi sehebat generasi terbaik; Shahabat Rasulullah. Dan tema kita ini merupakan salah satu konsep parenting nabawiyah.

Gara-gara kalimat ini bukan zaman Siti Nurbaya, para orangtua merasa ‘tertekan’ oleh anak-anaknya. Akhirnya keluarlah kalimat ‘menyerah’ para orangtua: Terserah kamu, asal kamu bahagia, ayah dan mama tinggal merestui saja.

Saya mengkhawatirkan kalimat yang terlihat sangat bijak itu, maknanya kelemahan orangtua dan ketidakmampuan memberi masukan kepada anaknya. Karena anak-anaknya telah kalah oleh zaman yang bukan lagi zaman Siti Nurbaya.

Memaksa anak sehingga tidak mempunyai hak suara juga tidak dibenarkan oleh Rasulullah. Tetapi jangan hanya berhenti di sini. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam kehidupan beliau soal mencari menantu atau menjodohkan.

Konsep mencari jodoh telah disampaikan secara lisan oleh Rasulullah di hadapan para shahabat. Tetapi Nabi tak berhenti sampai di situ. Nabi pun langsung terjun ke lapangan perjodohan untuk mengawal langkah pertama sebuah peradaban itu. Agar tidak salah langkah.

Ada kisah siroh sederhana yang sering kita dengar tetapi terlewatkan pelajarannya.

Coba ingat kembali 4 shahabat paling mulia Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali –radhiallahu anhum-.

Dan lihat komposisi menarik dari ke-4 shahabat tersebut:

Abu Bakar  = Mertua (Nabi menikahi Aisyah)
Umar        = Mertua (Nabi menikahi Hafshah)
Utsman     = Menantu (Nabi menikahkan Ruqoyyah kemudian Ummu Kultsum)
Ali            = Menantu (Nabi menikahkan Fathimah)
2 mertua dan 2 menantu.

Jadi ikatan Nabi dengan keempat Khalifah sepeninggal beliau tak hanya ikatan Nabi dan umatnya, guru dan muridnya. Tetapi hingga ikatan menantu dan mertua, mertua dan menantu.

Hal seperti ini tak hanya berhenti pada kisah keluarga-keluarga mulia tersebut. Nabi juga ikut menentukan perjodohan yang terjadi di beberapa shahabatnya.
Bacalah kembali proses perjodohan Bilal muadzin Nabi yang berkulit hitam dan mantan budak itu dengan Halah binti Auf, saudari Abdurahman bin Auf saudagar kaya dari Quraisy. Nabi yang berkali-kali mengatakan kepada keluarga Abdurahman bin Auf: Kemanakah kalian dengan Bilal? Bagaimana kalian dengan calon penghuni surga itu?

Dan perjodohan itupun terjadi.

Baca juga proses perjodohan Fathimah binti Qois, wanita Quraisy yang terhormat itu. Saat ia dilamar oleh Muawiyah dan Abu Jahm, Nabi mengatakan bahwa keduanya tidak ada yang cocok untuk Fathimah binti Qois. Dan Nabi pun memberi saran: Menikahlah dengan Usamah.

Dan perjodohan itupun terjadi.

Renungi juga penolakan tawaran awal Nabi yang meminta seorang gadis dari keluarga Anshor untuk dinikahkan dengan Julaibib, lelaki miskin dan jauh dari kata tampan.

Dan perjodohan itupun terjadi.

Antara shahabat pun terjadi saling menjodohkan. Lihatlah antara dua orang besar: Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Ali kelak menjadi mertua untuk Umar bin Khattab. Karena putrinya Ali yang bernama Ummu Kultsum dinikahi oleh Umar. Umar berkata: Sesungguhnya aku menikahinya karena teringat sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Semua sebab dan nasab terputus kecuali sebab dan nasabku.” Karena itulah Umar sangat memuliakan Ummu Kultsum binti Ali dengan mahar pernikahan: 40.000 Dirham. (Lihat Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir)

Demikian juga tanggung jawab seorang ayah; Umar bin Khattab saat melihat putrinya Hafshoh menjanda karena suaminya meninggal. Umar mendatangi Abu Bakar untuk menawarkan putrinya agar dinikahi oleh Abu Bakar. Tapi Abu Bakar hanya diam saja. Kemudian ditawarkan kepada Utsman, tetapi Utsman menolak. Hingga Umar mengadu kepada Rasulullah dan kemudian dinikahi oleh Rasulullah.

Contoh seperti ini bertebaran sangat banyak di dalam sejarah orang-orang terbaik itu. Sebenarnya banyak pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Tetapi tulisan ini hanya ingin menyoroti satu hikmah saja. Yaitu: mereka saling menikahkan anak-anak mereka dengan orang dan keluarga yang sudah sangat dikenalnya bahkan telah dekat karena ikatan kebersamaan satu pengajian di majlis Rasulullah dan ikatan persahabatan imani antar mereka.

Inilah sebenarnya solusi parenting dan jawaban dari kegundahan para pencari mantu hari ini. Sekaligus mengembalikan peran dan fungsi orangtua dalam pemilihan jodoh anaknya.

Cobalah tengok ke kanan dan kiri tempat anda duduk mengaji bersama. Ada teman-teman kita yang sama rajinnya dengan kita dalam menuntut ilmu Islam. Sudah lama kita mengenal kebaikan, ilmu dan semangatnya membentuk keluarga Islami. Kalau di keluarga itu ada pasangan yang tepat untuk anak kita, bisikkan kepadanya:

Yuk, besanan...

Ayuuukkkk.....

Pesan dari Sang Guru

Pesan dari Sang Guru

كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِي نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا

Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا

Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا

Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا

Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا

Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri.

لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ

Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah lelah agar tampak baik di mata orang lain.

يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك

Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang tak kan pernah tergapai.

وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ 

Sedangkan Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai, maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah .ان شاء الله
Semangat pagi...

Kata Al Quran tentang Usia


Memaknai Arti Berkah

Memaknai Arti Berkah

Dr. Salim Segaf Al Jufri

Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik  berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu: "...albarokatu tuziidukum fii thoah." Barokah itu menambah taatmu kepada الله.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله ...tiada banding....tiada tara.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.

Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah.
.
بَارَكَ اللهُ فِيْك

BERAPA UMURMU? - SDH 50 TAHUN?

BERAPA UMURMU?  -  SDH 50 TAHUN?

"Allah Swt tidak lagi memberi alasan bagi siapa yg tlh dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun."
(Hadits Riwayat Bukhari)

Al-Khattabi berkata:
"Maknanya, org yg Allah Swt panjangkan umurnya hingga 50 thn, tdk diterima lagi keuzuran/alasan, krn usia 50 thn merupakan usia yg dekat dgn kematian.
Maka inilah kesempatan utk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan bersiap-siap bertemu Allah Swt."
(Tafsir al-Qurthubi)

Fudhail bin Iyadh berkata kpd seseorg yg tlh mencapai umur 50 tahun,

Nasihat Fudhail kpdnya:

"Berarti sdh 50 thn kamu berjalan menuju Tuhanmu, skg hampir sampai... Lakukan yg terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yg lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!"

Maka para alim ulama memberi nasehat cara menjalani umur yg sdh mencapai 50 thn:

1. Jgn berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.

2. Jgn berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.

3. Jgn berkawan dgn org yg tdk menambah iman, ilmu, dan amal.

4. Jgn gelisah, berkeluh kesah dan kesal dgn kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dgn rasa sabar dan bersyukur.

5. Perbanyak do'a mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.

6. Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.

7. Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.

8. Kerapkan menjalin silaturrahim dan merapatkan hubungan yg renggang sblmnya.

9. Minta maaf dan berbuat baik thdp pihak yg pernah didzalimi.

10. Tingkatkan amal shalih terutama amal jariah yg dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.

11. Maafkan kesalahan org kpd kita walau seberat apapun kesalahan itu.

12. Bereskan segala hutang yg ada dan jgn buat hutang baru walaupun utk menolong org lain.

13. Berhentilah dari semua maksiat !!!

mata, berhentilah memandang yg tdk halal bagimu.

tangan, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu.

mulut, berhentilah makan yg tdk baik dan yg tdk halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati org lain.

telinga, berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat.

14. Berbaik sangka lah kpd Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa.

15. Penuhi terus hati dan lisan kita dgn istighfar & taubat utk diri sendiri, org tua, dan semua org beriman, di setiap saat, waktu dan keadaan.

Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda blm 50 tahun, karena...

KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR

AKIBAT SHALAT DHUHA

AKIBAT SHALAT DHUHA

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.

Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

Pertama
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Kedua
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Ketiga
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Keempat
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Kelima
Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

Keenam
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.
Syukron ...siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.

SEMANGAT SHALAT DHUHA

🍃 Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa

🍃 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari).

Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..

Semoga yg berkomentar Aamiin dijauhkan dari segala penyakit, diberi sehat wal'afiat, rezekinya melimpah ruah, dan keluarganya bahagia Dan bisa masuk Surga melalui pintu mana saja. Aamiin ya Rabbal'alamiin..

Semoga bermanfaat.Aamiin

Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada

Copy paste dari grup GTA. Semoga bermanfaat. Agar musibah Anda berpahala... Agar kesedihan Anda seakan tiada... ======= Seringkali seseorang...